5 Cara Lebih Sustainable Saat Menggunakan Thinwall untuk Makanan

8 hours ago 4

Fimela.com, Jakarta - Kemasan thinwall sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, terutama sejak layanan pesan-antar makanan dan makanan siap saji semakin populer. Wadah plastik ringan ini banyak digunakan untuk makanan beku, lauk siap santap, hingga makanan rumahan karena praktis, kuat, dan mudah dibawa.

Meski sering dianggap sebagai kemasan sekali pakai, penggunaan thinwall sebenarnya bisa menjadi lebih ramah lingkungan jika dilakukan dengan cara yang tepat. Thinwall, umumnya terbuat dari bahan polypropylene (PP), yaitu jenis plastik yang dikenal ringan, kuat, tahan terhadap suhu tertentu, serta memiliki daya tahan yang memungkinkan wadah digunakan kembali untuk berbagai keperluan rumah tangga. Karakteristik inilah yang membuat thinwall tidak hanya praktis sebagai kemasan makanan, tetapi juga berpotensi mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan apabila digunakan dan dikelola dengan tepat. 

Bahkan, industri kemasan global melihat konsep thin-wall packaging sebagai salah satu bentuk upaya mengurangi penggunaan material tanpa mengorbankan fungsi kemasan. Pengurangan berat kemasan berarti penggunaan plastik lebih sedikit, sekaligus membantu menekan energi dan emisi yang dibutuhkan selama proses distribusi

Lalu, bagaimana cara menggunakan thinwall secara lebih sustainable?

1. Jangan Langsung Dibuang Setelah Satu Kali Pakai

Salah satu prinsip utama gaya hidup berkelanjutan adalah memperpanjang usia pakai suatu produk. Setelah makanan habis, wadah thinwall dapat dicuci dan digunakan kembali sebagai tempat menyimpan makanan, bumbu dapur, camilan, hingga perlengkapan rumah tangga kecil.

Menurut Zero Waste Indonesia, penggunaan kembali kemasan sebaiknya menjadi pilihan utama sebelum memutuskan untuk mendaur ulang atau membuangnya. Pasalnya, proses daur ulang juga membutuhkan energi, air, dan sumber daya tambahan. 

2. Bersihkan Kemasan Sebelum Disimpan atau Didaur Ulang

Kemasan yang masih menyisakan minyak, saus, atau kuah makanan akan lebih sulit diproses dalam sistem pengelolaan sampah. Karena itu, biasakan mencuci thinwall menggunakan sabun hingga bersih sebelum digunakan kembali atau disalurkan ke bank sampah dan pelaku daur ulang.

Zero Waste Indonesia juga menyarankan agar kemasan dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan agar tidak menimbulkan bau dan jamur. 

3. Manfaatkan Tutup dan Wadah Secara Berpasangan

Sering kali wadah dan tutup thinwall terpisah setelah digunakan. Padahal, menyimpan keduanya secara berpasangan akan memperpanjang masa pakainya karena lebih mudah digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan.

Kebiasaan sederhana ini juga membantu mengurangi kebutuhan membeli wadah penyimpanan baru, sehingga konsumsi produk plastik baru dapat ditekan.

4. Pilih Kemasan yang Mendukung Ekonomi Sirkular

Saat ini industri kemasan terus mengembangkan penggunaan material daur ulang untuk kemasan makanan. Salah satu inovasinya adalah penggunaan recycled PET (rPET) yang tetap mampu memenuhi standar keamanan pangan dan ketahanan panas tertentu untuk aplikasi kemasan makanan.

Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa kemasan makanan tidak selalu harus berasal dari bahan plastik baru. Dengan memilih produk atau brand yang mulai mengadopsi material daur ulang, konsumen ikut mendukung terciptanya ekonomi sirkular dalam industri kemasan.

5. Gunakan Sesuai Fungsi agar Tidak Cepat Rusak

Kemasan thinwall dirancang ringan untuk mengurangi penggunaan material. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan fungsi dan spesifikasinya. Hindari memanaskan wadah yang tidak dirancang untuk suhu tinggi atau menggunakannya untuk kebutuhan yang berisiko merusak struktur kemasan.

Para ahli kemasan mengingatkan bahwa pengurangan material harus tetap mempertimbangkan ketahanan kemasan. Jika kemasan terlalu cepat rusak dan harus diganti berulang kali, manfaat keberlanjutannya justru berkurang. 

Dalam diskusi mengenai keberlanjutan, kemasan plastik sering kali menjadi sorotan. Namun, sustainability tidak selalu berarti menghilangkan penggunaan plastik sepenuhnya. Yang tak kalah penting adalah bagaimana kemasan digunakan secara bijak, dipakai berulang kali, serta dikelola dengan benar setelah digunakan.

Dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle, kemasan thinwall dapat memiliki masa pakai yang lebih panjang sekaligus membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|