7 Sikap agar Mental Tidak Down saat Diremehkan oleh Orang Terdekat

1 month ago 14

Fimela.com, Jakarta Diremehkan oleh orang terdekat sendiri memang menyakitkan. Ketika orang yang kita harapkan bisa menjadi pendukung kita malah memandang sebelah mata, jelas hati ini bisa terluka. Tak bisa dimungkiri, kritik atau pandangan merendahkan dari orang yang kita sayangi sering kali lebih menyakitkan dibanding komentar dari orang asing. 

Mungkin mereka menganggapmu tidak cukup berbakat, meragukan impianmu, atau bahkan meremehkan pencapaianmu. Saat mendengar itu, wajar jika hatimu terasa berat, muncul rasa kecewa, atau bahkan kehilangan semangat. Namun, apakah layak membiarkan omongan mereka menguasai kebahagiaanmu? Jawabannya tidak. 

Hidupmu terlalu berharga untuk dikendalikan oleh pendapat yang melemahkan. Maka dari itu, penting untuk membangun sikap mental yang kuat agar tidak mudah sakit hati. Berikut adalah tujuh sikap yang bisa kamu terapkan saat menghadapi peremehan dari orang-orang terdekat. Simak uraiannya di bawah ini, ya. 

1. Jangan Berusaha Membuktikan Diri secara Terpaksa

Sering kali, saat diremehkan, naluri pertama yang muncul adalah ingin segera membuktikan bahwa mereka salah. Sahabat Fimela, ini adalah jebakan yang perlu diwaspadai. Membuktikan diri bukanlah hal yang salah, tetapi jika dilakukan atas dasar emosi dan tekanan eksternal, itu justru bisa menjadi beban yang menghambat perkembanganmu.

Alih-alih fokus pada pendapat mereka, alihkan perhatianmu pada pertumbuhan pribadi yang autentik. Ketika kamu berkembang karena keinginan sendiri, bukan untuk memuaskan ekspektasi orang lain, hasilnya akan lebih tulus dan bermakna. Jangan biarkan harga dirimu bergantung pada pengakuan orang lain.

Ingatlah bahwa kesuksesan yang sejati bukanlah sekadar membungkam mereka yang meremehkanmu, tetapi bagaimana kamu tetap maju dengan hati yang teguh dan penuh keyakinan. Jika suatu hari mereka menyadari kesalahan mereka, anggap saja itu sebagai bonus.

2. Jangan Terjebak dalam Siklus Rasa Dendam

Perasaan diremehkan bisa menimbulkan amarah dan kekecewaan, tetapi berhati-hatilah agar itu tidak berubah menjadi dendam. Menyimpan dendam hanya akan menguras energi dan membuatmu terus-menerus terjebak dalam perasaan negatif.

Sahabat Fimela, daripada terus memikirkan kata-kata mereka, lebih baik gunakan energi itu untuk memperbaiki dan memperkuat dirimu sendiri. Fokus pada apa yang bisa kamu capai, bukan pada bagaimana membalas kata-kata mereka.

Terkadang, orang-orang yang meremehkanmu juga melakukannya karena ketidaktahuan atau bahkan ketakutan mereka sendiri. Mereka mungkin tidak menyadari dampak dari kata-kata mereka. Maka, lebih baik memaafkan dan melanjutkan hidup tanpa menyimpan beban emosional yang tidak perlu.

3. Pahami bahwa Tidak Semua Orang Bisa Melihat Potensimu

Ketika seseorang meremehkanmu, itu bukan berarti kamu tidak memiliki nilai. Bisa jadi mereka hanya tidak mampu melihat potensimu yang sebenarnya. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda, dan tidak semua orang bisa memahami impian atau perjalanan hidupmu.

Sahabat Fimela, bukan tugasmu untuk memastikan semua orang mengerti dan percaya padamu. Yang terpenting adalah kamu sendiri yakin dengan jalan yang kamu pilih. Tidak perlu merasa rendah diri hanya karena orang lain tidak bisa melihat potensimu dengan jelas.

Banyak orang sukses yang dulu juga dianggap remeh. Yang membedakan mereka adalah keteguhan hati untuk terus berjalan tanpa terlalu terpengaruh oleh pendapat negatif. Jadi, tetaplah melangkah dengan percaya diri.

4. Bangun Batasan agar Tidak Terlalu Terpengaruh

Jika orang-orang terdekat sering meremehkanmu, membangun batasan adalah langkah yang bijak. Ini bukan berarti kamu harus menjauh atau memutus hubungan, tetapi penting untuk menjaga jarak emosional agar tidak mudah tersakiti.

Sahabat Fimela, kamu berhak memilih dengan siapa kamu berbagi energi dan cerita. Jika seseorang terus menerus meremehkanmu, kurangi intensitas interaksi atau batasi topik pembicaraan yang bisa memicu komentar negatif.

Batasan yang sehat akan membantumu menjaga kedamaian hati dan tetap fokus pada pertumbuhan diri tanpa terlalu terpengaruh oleh opini yang melemahkan.

5. Jangan Menjadikan Validasi Mereka sebagai Syarat Kebahagiaanmu

Kebahagiaan sejati tidak boleh bergantung pada pengakuan atau validasi dari orang lain. Jika kamu terus menerus mencari persetujuan dari orang yang sering meremehkanmu, itu hanya akan menambah rasa kecewa.

Sahabat Fimela, kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu ciptakan sendiri. Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan dan merasa itu benar bagi dirimu, maka itu sudah cukup. Jangan biarkan opini orang lain merusak kebahagiaanmu.

Berhenti mengejar pengakuan yang tidak perlu akan memberimu kebebasan untuk menjalani hidup dengan lebih ringan dan penuh makna.

6. Fokus pada Perjalananmu Sendiri, Bukan pada Ekspektasi Mereka

Setiap orang memiliki jalannya sendiri dalam hidup. Jika orang lain tidak bisa memahami pilihan dan tujuanmu, itu bukan berarti kamu berada di jalur yang salah.

Sahabat Fimela, yang paling penting adalah bagaimana kamu menikmati proses dan terus berkembang. Jangan terlalu sibuk membandingkan dirimu dengan ekspektasi orang lain karena itu hanya akan membuatmu kehilangan arah.

Fokuslah pada langkah-langkah yang bisa kamu ambil untuk menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri. Dengan begitu, kamu akan lebih menikmati perjalanan tanpa terbebani oleh pendapat negatif orang lain.

7. Hadirkan Motivasi Baru yang Lebih Kuat untuk Melangkah ke Depan

Sikap terbaik dalam menghadapi orang yang meremehkanmu adalah menjadikan itu sebagai pemicu semangat, bukan sebagai penghalang. Alih-alih merasa terpuruk, gunakan kritik atau komentar merendahkan sebagai bahan bakar untuk membuktikan bahwa kamu bisa berkembang lebih jauh.

Sahabat Fimela, terkadang motivasi terbesar datang dari hal-hal yang dianggap sebagai kelemahan. Jika seseorang menganggapmu tidak cukup mampu, biarkan tindakan dan keberhasilanmu yang berbicara, bukan amarah atau kesedihanmu.

Saat kamu berhasil melewati fase ini dengan kepala tegak dan hati yang lapang, kamu akan menyadari bahwa peremehan hanyalah batu loncatan, bukan hambatan. Teruslah berjalan dengan keyakinan, karena pada akhirnya, yang menentukan perjalananmu adalah dirimu sendiri.

Sahabat Fimela, tidak semua orang akan selalu mendukungmu, bahkan mereka yang paling dekat sekalipun. Namun, itu bukan alasan untuk berhenti percaya pada diri sendiri.

Dengan membangun mental yang kuat, menjaga batasan, dan fokus pada pertumbuhan diri, kamu bisa menghadapi peremehan tanpa harus merasa sakit hati. Ingat, kamu memiliki kendali penuh atas kebahagiaan dan masa depanmu. Jadi, tetaplah melangkah dengan percaya diri dan semangat yang tak tergoyahkan!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Endah Wijayanti
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|