:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694158/original/025865800_1778571326-19020.jpg)
Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kebiasaan orang tidak bahagia sering kali luput disadari karena telah menjadi bagian dari rutinitas harian. Bukan hanya faktor ekonomi, pekerjaan, atau relasi, berbagai penelitian menekankan bahwa pola pikir dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan mental.
Perasaan sedih atau kecewa sesekali adalah hal yang wajar. Namun ketika rasa tidak puas terus berulang, semangat menurun, atau sulit menikmati hidup, bisa jadi ada kebiasaan tertentu yang tanpa sadar memperkuat perasaan tersebut.
Sejumlah lembaga kesehatan mental dan pakar psikologi menjelaskan bahwa mengubah kebiasaan negatif menjadi langkah kecil yang lebih sehat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dari waktu ke waktu.
Pola Pikir yang Menggerus Kebahagiaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465452/original/051746600_1767768974-DC_Studio.jpg)
Berangkat dari temuan Oak Health Foundation dan kajian psikologi, ada beberapa pola pikir yang kerap mengikis kebahagiaan tanpa disadari. Bagian ini membantu Sahabat Fimela mengidentifikasi kebiasaan mental yang paling sering muncul, sekaligus alternatif yang lebih sehat untuk dilakukan.
Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Menurut Oak Health Foundation, kebiasaan ini makin mudah terjadi sejak media sosial menjadi bagian dari keseharian. Melihat kesuksesan, liburan, atau pencapaian orang lain tanpa mengetahui perjuangan di baliknya dapat memicu rasa iri, minder, dan perasaan hidup sendiri tidak cukup baik. Alih-alih terus membandingkan, biasakan mengingat pencapaian pribadi—sekecil apa pun—dan menulis jurnal rasa syukur.
Terjebak dalam penyesalan masa lalu. Oak Health Foundation mengutip penelitian psikolog Susan Nolen-Hoeksema dari Yale University yang menunjukkan bahwa orang yang terus meruminasi penyesalan cenderung mengingat lebih banyak pengalaman negatif, memandang situasi saat ini secara pesimistis, dan merasa lebih putus asa terhadap masa depan. Cara yang lebih sehat adalah melihat pengalaman buruk sebagai pelajaran, serta memaafkan diri sendiri untuk memberi ruang bertumbuh.
Memiliki ekspektasi yang tidak realistis. Harapan penting sebagai motivasi, namun ketika ekspektasi terlalu tinggi atau berada di luar kendali, kekecewaan lebih mudah muncul. Oak Health Foundation mencontohkan ekspektasi seperti "semua usaha harus berhasil" atau "orang lain harus selalu memahami saya" yang cenderung memperbesar frustrasi saat realitas tidak sesuai. Mengubah target menjadi lebih fleksibel dan realistis membantu menerima berbagai kemungkinan tanpa kehilangan semangat.
Menghakimi emosi sendiri. Psikolog Nick Wignall dalam tulisannya di YourTango menjelaskan bahwa emosi bukanlah sesuatu yang baik atau buruk; emosi adalah respons alami manusia. Yang perlu dikendalikan adalah bagaimana kita meresponsnya. Mengkritik diri karena merasa cemas hanya menambah lapisan emosi negatif seperti rasa bersalah, sementara sikap penuh kasih kepada diri sendiri (self-compassion) membantu pulih lebih cepat dari tekanan emosional.
Terlalu khawatir terhadap masa depan. Merencanakan masa depan itu penting, tetapi mengkhawatirkan berbagai kemungkinan buruk secara berlebihan justru menguras kesehatan mental. Banyak orang menggunakan kekhawatiran sebagai ilusi kendali atas hal yang tidak pasti. Semakin sering memikirkan skenario terburuk, semakin tinggi tingkat stres. Belajar menerima ketidakpastian dapat membantu mengurangi kecemasan berlebih.
Ketergantungan pada Persetujuan Orang Lain
Mencari dukungan dari keluarga atau teman bukan hal yang keliru. Namun ketika setiap keputusan harus menunggu persetujuan orang lain, kepercayaan diri akan sulit tumbuh. Kebiasaan ini kerap muncul berdampingan dengan dorongan untuk terlihat sempurna di hadapan sekitar.
Terlalu bergantung pada validasi eksternal. Terus-menerus mencari reassurance membuat kemampuan mengelola kecemasan secara mandiri berkurang. Belajarlah mempercayai penilaian diri sendiri. Masukan dari orang lain tetap penting, tetapi jangan sampai menjadi satu-satunya penentu kebahagiaan.
Peran media sosial. Ya, jika digunakan tanpa kontrol, media sosial dapat membuat seseorang lebih tidak bahagia karena memicu kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang sering kali hanya menampilkan sisi terbaik mereka. Mengatur waktu penggunaan dan menyadari efeknya pada emosi membantu menjaga jarak yang lebih sehat.
Dengan mengurangi ketergantungan pada persetujuan orang lain, seseorang memberi ruang bagi kepercayaan diri untuk tumbuh dan keputusan diambil berdasarkan nilai pribadi, bukan semata tuntutan eksternal.
Kebiasaan Gaya Hidup yang Mengganggu Mood
Selain pola pikir, gaya hidup memegang peranan sangat vital dalam kesehatan mental. Beberapa penyesuaian sederhana pada aktivitas fisik, asupan harian, dan paparan lingkungan dapat membantu memperbaiki suasana hati secara bertahap.
Kurang bergerak dan jarang berolahraga. Oak Health Foundation menyebutkan bahwa olahraga sekitar 20 menit dengan intensitas sedang setiap hari dapat membantu mengurangi gejala depresi dan meningkatkan suasana hati. Aktivitas fisik mendorong pelepasan endorfin yang dikenal sebagai hormon pemicu rasa bahagia. Tidak harus berat—berjalan kaki, bersepeda santai, atau senam ringan pun sudah memberi manfaat.
Mengabaikan pola makan sehat. Apa yang dikonsumsi turut memengaruhi kondisi psikologis. Berbagai penelitian menemukan hubungan antara pola makan sehat dengan mood yang lebih baik. Sebaliknya, konsumsi makanan cepat saji dan tinggi gula secara berlebihan dapat membuat tubuh mudah lelah dan memengaruhi suasana hati. Perbanyak sayur, buah, protein berkualitas, dan makanan bergizi seimbang untuk membantu tubuh serta otak bekerja lebih optimal.
Terlalu lama berada di dalam ruangan. Kesibukan sering membuat seseorang jarang menikmati udara segar atau sinar matahari. Oak Health Foundation menjelaskan bahwa berbagai penelitian menemukan orang yang lebih sering berada di alam terbuka cenderung memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi dibanding mereka yang hampir selalu di dalam ruangan. Sesekali berjalan di taman, berkebun, atau menikmati suasana alam dapat menyegarkan pikiran setelah beraktivitas.
Fokus pada Kekurangan dan Jalan Kecil Menuju Perubahan
Tiny Buddha menjelaskan salah satu kebiasaan yang membuat seseorang terus merasa tidak bahagia adalah hanya memperhatikan apa yang kurang dalam hidupnya. Setiap orang pasti memiliki masalah; perbedaannya ada pada cara memandangnya. Terlalu fokus pada kekurangan membuat hal baik yang sudah dimiliki tidak terlihat.
Melatih rasa syukur bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan menjaga keseimbangan perspektif agar pikiran tidak selalu didominasi hal negatif. Mengingat hal-hal yang berjalan baik—sekalipun kecil—membantu menjaga pandangan yang lebih utuh terhadap hidup.
Menghindari kebiasaan orang tidak bahagia bukan berarti hidup akan selalu menyenangkan. Setiap orang tetap akan mengalami kegagalan, kesedihan, maupun tekanan. Namun dengan mengenali pola pikir yang tidak sehat, mengelola emosi secara lebih bijak, menjaga pola hidup sehat, serta belajar menerima diri sendiri, kualitas kesehatan mental dapat meningkat secara bertahap. Perubahan besar sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Terkait cara menghentikan kebiasaan berpikir negatif, mulailah dengan mengenali pola pikir yang muncul, melatih rasa syukur, menerima emosi tanpa menghakimi diri sendiri, dan fokus pada hal-hal yang masih berada dalam kendali. Jika perasaan sedih, putus asa, atau kehilangan minat berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.
FoodCara Masak Sambal Ijo ala RM Padang, Pedas Gurih yang Segar
Lado ijo ala RM Padang dengan pedas segar dan aroma cabai hijau. Simak bahan, langkah memasak, tips warna tetap hijau, serta manfaat cabai hijau.
LifestylePanduan Breathwork untuk Mengurangi Stres: 6 Teknik, Cara, dan Manfaatnya
Latihan napas sadar dapat menenangkan sistem saraf dalam hitungan menit. Kenali cara kerja, teknik breathwork, serta tips agar praktik lebih efektif.
LifestyleCara Menghadapi Bediding di Musim Kemarau, Kenali Penyebab dan Dampaknya
BMKG mencatat suhu minimum di sejumlah daerah turun hingga di bawah 10°C. Kenali apa itu bediding, penyebab, dampak, dan langkah sederhana untuk menghadapinya.
FoodCara Masak Fuyunghai Rumahan: Tebal, Gurih, Saus Asam Manis
Omelet tebal ala Tionghoa ini mudah dibuat di rumah. Simak resep fuyunghai lengkap, langkah memasak, tips tebal-gurih, serta variasi isian dan penyajian.
Lifestyle8 Tanda Kebiasaan Bangun Jam 4 Pagi: Disiplin, Fokus, dan Rencana Harian
Bangun jam 4 pagi kerap dikaitkan dengan produktivitas. Ini delapan ciri yang sering muncul, plus catatan soal fokus, kesehatan mental, dan kualitas tidur.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560523/original/070942000_1776671711-sendok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6302241/original/019119100_1779176762-pexels-arthousestudio-7363315.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4989639/original/093807800_1730688377-Penyebab_dan_Cara_Mengatasi_Badan_Menggigil_Kedinginan_pada_Tengah_Malam_-_Info_Menarik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940474/original/049462100_1645414154-Efy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460439/original/085711400_1767250658-sleepy-woman-stretching.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152026/original/088751100_1741231477-j.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6302241/original/019119100_1779176762-pexels-arthousestudio-7363315.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4989639/original/093807800_1730688377-Penyebab_dan_Cara_Mengatasi_Badan_Menggigil_Kedinginan_pada_Tengah_Malam_-_Info_Menarik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1015418/original/027467700_1444376577-o-BUSINESS-LEADER-facebook.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8964587/original/077614900_1782978033-IMG_1846.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316375/original/097367700_1755233812-emma-simpson-mNGaaLeWEp0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8946816/original/073958000_1782968403-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_13.52.45.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8468519/original/039393100_1782370872-Tanaman_Pangan_yang_Cocok_Ditanam_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481824/original/073243500_1769147986-Pengadukan_pupuk_cair_dari_kulit_bawang_merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3518773/original/015841200_1627022850-hemat_listik_un.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460439/original/085711400_1767250658-sleepy-woman-stretching.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8812453/original/086313300_1782907977-Koko_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5224555/original/061223000_1747634987-Tidur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3012182/original/030619000_1578048233-katie-drazdauskaite-829G0HV3BG8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4585278/original/071235300_1695378943-chander-r-AtfA8NDgpKA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480566/original/095160400_1769059565-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536663/original/099976400_1774335099-friends-are-sitting-chatting-couch.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6928406/original/044133000_1779698635-young-activists-preparing-action.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8717575/original/049819500_1782812156-pexels-chermitove-38203191.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562231/original/052889000_1776821117-IMG_7963_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521314/original/013163200_1772686246-IMG_5666_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532858/original/035697500_1773713372-IMG_6251_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535651/original/033928400_1774077681-collage-1774076017158.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533031/original/072138200_1773720118-IMG_6269_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536680/original/099693800_1774336118-Web_Photo_Editor__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525166/original/071031200_1773033564-IMG_5967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540612/original/038982100_1774772435-SnapInsta.to_657890383_18572892229045033_366961274323040863_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531987/original/005902600_1773638985-SnapInsta.to_651375984_18576475804039320_8758436451383836314_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533509/original/082465500_1773740124-SnapInsta.to_651338030_18576482905039320_6308351205509572563_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541413/original/034287500_1774861718-IMG_6738.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535342/original/042163600_1773989380-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_13.05.56__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522887/original/024673100_1772779373-IMG_5745_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5175191/original/081028400_1742976899-Menggunakan_Parfum.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555203/original/071603700_1776146736-collage-1776145726600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528645/original/057225500_1773290601-SnapInsta.to_651039544_18571657744041261_5047000090986348661_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525240/original/073193400_1773035224-IMG_5972.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525800/original/034618400_1773064808-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_11.11.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548072/original/067549200_1775520162-SnapInsta.to_659482793_18580246732004502_8558864370430735597_n.jpg)