Dari Berganti Logo, Lacoste × IUCN Selamatkan Nyawa Tiga Jenis Satwa Langka

2 days ago 12

Fimela.com, Jakarta Pada 2018, merek fesyen Prancis Lacoste membuat keputusan yang mengejutkan sekaligus berani. Mereka mengganti logo buaya ikonik mereka, setidaknya sementara, demi mendukung kampanye konservasi global IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Melalui program kolaboratif bernama Save Our Species (SOS), kampanye ini memanfaatkan kekuatan industri fesyen sebagai medium advokasi. Hasilnya lebih dari sekadar simbolik. Kampanye ini memicu fenomena global, menggalang dana nyata, dan mendukung upaya pelestarian satwa paling terancam punah di dunia

Dalam koleksi edisi terbatas “Save Our Species”, Lacoste menghapus ikon buaya yang sudah melekat puluhan tahun dan digantikan oleh 10 spesies hewan paling terancam. Ini pertama kalinya sejak berdiri, Lacoste mengambil langkah drastis terhadap logo legendaris itu yang digantikan oleh gambar binatang, sebagai bentuk protes kreatif terhadap krisis keanekaragaman hayati. Jauh sebelum kampanye Lacoste mengganti logonya menjadi kambing saat berkolaborasi dengan petenis ternama Novak Djokovic.

Metode ini bukan sekadar simbol daring di mana jumlah polo yang diproduksi per spesies sesuai dengan estimasi jumlah individu yang tersisa di alam liar. Pendekatan itulah yang memberi makna mendalam: setiap kaos mewakili satu makhluk yang nyawanya bisa punah.

Memberikan Dampak Signifikan

Koleksi ini pertama kali muncul pada pergelaran Paris Fashion Week 2018 dan langsung menuai respon luar biasa. Semua edisi terbatas itu ludes terjual dalam waktu 24 jam.

Total ada 1.775 polo shirts yang berhasil dijual. Pencapaian total cukup menakjubkan, baik dari segi makna maupun dampak. Keberhasilan penjualan ini jauh melampaui ekspektasi di mana kampanye kemudian dilaporkan mengumpulkan dana sebesar US$ 325.000 atau sekitar Rp5,4 milyar, yang dialokasikan seluruhnya untuk konservasi melalui IUCN.

Tak hanya itu, kampanye ini juga menjadi fenomena media. Dipadukan dengan strategi komunikasi lewat influencer dan media sosial, kampanye ini menjadi viral, muncul di berbagai media internasional dan televisi dalam hitungan hari.

Sementara tim kreatif di Lacoste menyatakan bahwa “memindahkan buaya dari kaos ke spesies terancam punah adalah tindakan paling simbolis tapi juga paling nyata yang bisa kita lakukan untuk menarik perhatian pada krisis biodiversitas.”

Salah satu dampak paling signifikan adalah donasi ke IUCN melonjak drastis. Tak tanggung-tanggung, meningkat hingga empat kali lipat dibanding periode sebelum kampanye. Pengunjung situs web IUCN naik 200%, dan pendaftaran newsletter melonjak 300% pada bulan pertama. Hingga akhirnya, kampanye ini dianugerahi 10 penghargaan di ajang Cannes Lions International Festival of Creativity, sebagai pengakuan atas keberanian dan efektivitas kolaborasi kreatif antara brand fesyen dan organisasi konservasi dunia.

Tiga Spesies Kritikal yang Mendapat Bantuan Nyata

Dari 10 spesies yang ditampilkan, yang meliputi hewan dari berbagai kelas: mamalia, reptil, burung, amfibi, dan lainnya, tiga proyek konservasi diprioritaskan untuk menerima dana hasil kampanye. Tiga spesies tersebut adalah Burmese Roofed Turtle (Kura-kura Atap Burma), Mountain Chicken (Katak Raksasa Karibia), dan North Atlantic Right Whale (Paus Right Atlantik Utara). Mengapa ketiganya?

1. Burmese Roofed Turtle

Kura-kura Atap Burma termasuk reptil paling langka di dunia. Pada saat kampanye, jumlahnya sangat kritis. Dana kampanye mendukung upaya konservasi habitat mereka, serta program pengembangbiakan agar populasi bisa dipulihkan dalam kondisi aman.

2. Mountain Chicken

Meskipun namanya “chicken”, ini adalah amfibi katak besar yang pernah diburu manusia dan kini terancam oleh penyakit (termasuk fungus) serta hilangnya habitat akibat aktivitas manusia. Dana dari kampanye digunakan untuk pemulihan populasi dan penanggulangan penyebab kematian, termasuk menangani penyakit chytrid fungus.

3. North Atlantic Right Whale

Paus Right Atlantik Utara termasuk paus paling terancam akibat benturan kapal dan jaring nelayan, serta polusi suara dan laut. Dana kampanye dialokasikan untuk pemantauan populasi, perlindungan area migrasi utama, dan langkah-langkah konservasi agar paus ini bisa bertahan.

Dengan fokus pada tiga spesies ini, kampanye berkontribusi ke upaya nyata di lapangan. Tidak hanya “symbolic wear”, tetapi aksi konservasi konkret.

Pemilihan spesies-spesies ini didasarkan pada status konservasinya yang kritis serta kebutuhan mendesak akan intervensi.

Dengan membantu ketiga spesies ini, kampanye menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya soal “hewan lucu/populer”, melainkan keanekaragaman hayati secara luas. Mulai dari reptil kecil, amfibi, hingga mamalia laut besar.

Meningkatkan Kesadaran Global

Kampanye Lacoste × IUCN menunjukkan bahwa dunia fesyen yang sering dikritik sebagai bagian dari masalah lingkungan. Bisa menjadi bagian dari solusinya. Dengan strategi tepat, brand besar bisa mengubah konsumsi menjadi aksi nyata.

Bukan hanya soal membeli kaos tapi soal meningkatkan kesadaran global terhadap krisis keanekaragaman hayati, mendanai upaya pelestarian, dan mengajak konsumen berpikir ulang: apakah mereka mau menjadi bagian dari solusi?

Kampanye ini juga memperlihatkan bahwa konservasi tidak selalu harus melalui jalur akademis atau pemerintahan — kolaborasi kreatif lintas sektor brand dan NGO bisa membuka jalan baru dengan pendekatan yang relevan, modern, dan menjangkau audiens luas.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|