Fimela.com, Jakarta Setiap tahun, dunia memperingati Hari Perempuan dan Anak Perempuan Sedunia sebagai momen penting untuk mengakui peran, ketangguhan, dan hak mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Perempuan dan anak perempuan telah lama menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, serta keterlibatan dalam bidang sains dan teknologi.
Meskipun kemajuan telah dicapai, masih banyak kesenjangan yang harus dijembatani demi menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif. Kesetaraan gender bukan hanya tentang memberikan hak yang sama bagi perempuan dan anak perempuan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.
Pemberdayaan perempuan dan anak perempuan memiliki dampak luas, tidak hanya bagi mereka secara individu, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Melansir unesco.org, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan bahwa akses penuh dan setara dalam pendidikan, sains, teknologi, serta dunia kerja adalah langkah penting untuk mencapai kesetaraan gender.
Oleh karena itu, peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga ajakan bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Dengan demikian, masa depan yang lebih inklusif dan berkeadilan dapat terwujud.
Latar Belakang Hari Perempuan dan Anak Perempuan Sedunia
Kesenjangan gender yang signifikan telah berlangsung selama bertahun-tahun di semua tingkat disiplin ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di seluruh dunia. Meskipun perempuan telah mencapai kemajuan besar dalam meningkatkan partisipasi mereka di pendidikan tinggi, mereka masih kurang terwakili di bidang-bidang tersebut.
Kesetaraan gender selalu menjadi isu utama bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan serta anak perempuan tidak hanya berkontribusi secara krusial terhadap pembangunan ekonomi global, tetapi juga mendukung pencapaian seluruh tujuan dan target dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Pada 14 Maret 2011, Komisi Status Perempuan mengadopsi laporan dalam sesi kelima puluh lima, yang menghasilkan kesimpulan terkait akses dan partisipasi perempuan serta anak perempuan dalam pendidikan, pelatihan, sains, dan teknologi, serta mendorong akses yang setara bagi perempuan terhadap pekerjaan penuh dan layak. Kemudian, pada 20 Desember 2013, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi tentang sains, teknologi, dan inovasi untuk pembangunan, yang menegaskan bahwa akses penuh dan setara serta partisipasi perempuan dan anak perempuan dari segala usia dalam bidang ini merupakan hal yang mendasar untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan mereka.
Pemberdayaan Perempuan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Kesetaraan gender bukan hanya tentang memberikan hak yang sama, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan perempuan dan anak perempuan agar mereka dapat berkembang secara optimal. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah lama menekankan pentingnya akses yang setara dalam pendidikan, sains, teknologi, serta dunia kerja sebagai langkah kunci menuju kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Ketika perempuan diberdayakan, mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga politik. Perempuan yang memiliki akses terhadap pendidikan tinggi, misalnya, cenderung memiliki kesempatan lebih baik dalam dunia kerja dan mampu memberikan dampak positif bagi komunitasnya.
Hari Perempuan dan Anak Perempuan Sedunia Tahun 2025
Pada tanggal 11 Februari di setiap tahunnya, peringatan ini dilaksanakan oleh UNESCO dan UN-Women, bekerja sama dengan berbagai institusi dan organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dan anak perempuan dalam sains. Momen ini menjadi kesempatan penting untuk menegaskan kembali pentingnya akses penuh dan setara bagi mereka dalam dunia sains. Kesetaraan gender merupakan salah satu prioritas global UNESCO, di mana dukungan terhadap pendidikan anak perempuan serta pemberdayaan mereka untuk menyuarakan ide-idenya dianggap sebagai kunci pembangunan dan perdamaian dunia.
Tahun 2025 menandai peringatan ke-10 Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema "Unpacking STEM Careers: Her Voice in Science", yang menyoroti perjalanan perempuan dalam karier STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika). Acara peringatan ini akan berlangsung dalam format hibrida pada 11 Februari 2025, mempertemukan para ilmuwan perempuan, akademisi, serta pemangku kepentingan untuk membahas peran dan tantangan perempuan dalam sains.
Peringatan ini bukan sekadar selebrasi, tetapi juga ajakan untuk terus memperjuangkan kesetaraan akses dan kesempatan bagi perempuan dalam dunia sains. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam STEM, diharapkan dunia dapat memperoleh lebih banyak inovasi dan solusi untuk tantangan global di masa depan.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.