Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pernah gak sih, kamu merasa terjebak dalam pikiran sendiri, terus-menerus mengulang kejadian di kepala, bahkan sampai susah tidur? Yap, ini yang disebut overthinking! Tapi, sebenarnya siapa sih yang lebih sering overthinking antara introvert dan extrovert?
Banyak yang menganggap kalau introvert lebih rentan overthinking karena mereka cenderung pendiam, lebih suka berpikir sebelum bertindak, dan sering menghabiskan waktu sendiri. Namun, bukan berarti extrovert kebal dari kebiasaan ini, lho! Faktanya, cara setiap orang memproses informasi dan emosi punya peran besar dalam kecenderungan overthinking, terlepas dari tipe kepribadiannya.
Nah, kalau kamu penasaran siapa yang lebih sering overthinking antara introvert dan extrovert, serta bagaimana masing-masing tipe kepribadian ini menghadapinya, yuk simak pembahasannya di sini!
Kenapa Overthinking Bisa Terjadi?
Sebelum mencari tahu siapa yang lebih sering overthinking, kita harus pahami dulu apa yang menyebabkan seseorang berpikir berlebihan. Overthinking biasanya terjadi saat seseorang terlalu fokus pada satu masalah atau kejadian tertentu, baik yang sudah terjadi di masa lalu maupun yang akan datang. Penyebabnya pun bisa beragam, mulai dari kecemasan, perfeksionisme, trauma masa lalu, sampai tekanan sosial.
Saat seseorang overthinking, otaknya seperti terjebak dalam ‘lingkaran pikiran’ yang sulit dihentikan. Akibatnya, mereka jadi sulit mengambil keputusan, lebih mudah stres, dan sering merasa tidak tenang.
Introvert: Si Pemikir yang Rentan Overthinking?
Introvert dikenal sebagai pribadi yang lebih suka menyendiri, berpikir lebih dalam sebelum berbicara, dan lebih nyaman dengan refleksi diri. Karena cenderung memproses segala sesuatu secara internal, bukan gak mungkin kalau introvert lebih mudah terjebak dalam overthinking.
Misalnya saja, ketika menghadapi masalah, introvert cenderung menganalisis situasi secara mendalam, mempertimbangkan berbagai skenario, dan sering kali menyalahkan diri sendiri jika ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan, obrolan sederhana atau kejadian kecil pun bisa terus mereka pikirkan selama berjam-jam!
Namun, di sisi lain, kemampuan introvert untuk berpikir lebih dalam ini juga bisa menjadi kelebihan. Mereka lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan lebih mampu memahami emosi serta perasaan diri sendiri dengan baik.
Extrovert: Lebih Santai atau Justru Overthinking dalam Bentuk Lain?
Berkebalikan dari introvert, extrovert sering dianggap lebih santai dan gak gampang overthinking karena mereka lebih spontan dan cenderung mengekspresikan apa yang mereka pikirkan secara langsung. Namun, bukan berarti mereka terbebas dari overthinking, lho!
Jika introvert lebih sering memproses pikiran secara internal, extrovert cenderung melampiaskan overthinking mereka dengan berbicara kepada orang lain. Mereka bisa saja terus-menerus mengulang topik yang sama dalam berbagai percakapan, mencari validasi dari orang lain, atau merasa perlu segera menyelesaikan masalah tanpa berpikir panjang.
Selain itu, karena extrovert lebih banyak berinteraksi dengan orang lain, mereka juga lebih mungkin mengalami overthinking terkait opini publik dan ekspektasi sosial tentang dirinya. Mereka mungkin sering khawatir tentang bagaimana orang lain memandang mereka atau apakah tindakan mereka cukup menyenangkan orang lain.
Jadi, Siapa yang Lebih Rentan Overthinking?
Jawabannya? Gak ada yang benar-benar lebih rentan! Baik introvert maupun extrovert bisa mengalami overthinking, hanya saja bentuknya berbeda.
Introvert cenderung overthinking secara internal, merenungkan segala sesuatu terlalu dalam, dan sering menyalahkan diri sendiri. Sementara itu, extrovert lebih cenderung overthinking secara eksternal, mengandalkan orang lain untuk validasi dan sering merasa gelisah tentang bagaimana mereka dinilai oleh lingkungan sosial.
Jadi, bukan soal tipe kepribadian mana yang lebih sering overthinking, tapi lebih kepada bagaimana seseorang mengelola pikirannya agar tidak berlarut-larut dalam kecemasan yang berlebihan.
Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Overthinking?
Kalau kamu merasa sering overthinking, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menguranginya seperti:
- Sadari pola pikirmu. Ketika mulai terjebak dalam lingkaran overthinking, coba sadari dan alihkan fokusmu ke hal lain.
- Batasi waktu untuk berpikir. Jika ada masalah yang sedang mengganggu, tentukan waktu tertentu untuk memikirkannya, lalu move on!
- Jurnaling atau menulis. Baik introvert maupun extrovert bisa terbantu dengan mencatat isi pikiran mereka untuk memahami masalah dengan lebih jelas.
- Alihkan energi ke aktivitas lain. Coba lakukan aktivitas yang bisa membuatmu lebih rileks, seperti olahraga, meditasi, atau menghabiskan waktu dengan orang terdekat.
- Berbicara dengan orang lain. Jika kamu tipe yang lebih suka mengungkapkan pikiran, jangan ragu untuk berbicara dengan teman atau mencari perspektif baru agar tidak terjebak dalam pikiran sendiri.
Jadi, daripada Sahabat Fimela terus-menerus overthinking, yuk mulai latih diri untuk lebih mindful!
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.