Mengapa Quiet Luxury Masih Digemari Hingga Sekarang?

4 hours ago 8

ringkasan

  • Quiet luxury mengutamakan kualitas dan desain abadi.
  • Konsumen kini lebih memilih kesederhanaan daripada branding yang mencolok.
  • Tren ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan slow fashion.

Fimela.com, Jakarta -  Di tengah tren fashion yang bergerak cepat dan silih berganti, quiet luxury tetap mempertahankan pesonanya sebagai salah satu gaya yang paling diminati. Berbeda dengan tren yang mengandalkan logo besar, warna mencolok, atau desain yang mudah menarik perhatian, quiet luxury justru menawarkan pendekatan yang lebih subtil. Fokus utamanya terletak pada kualitas material, potongan yang sempurna, serta desain yang elegan dan tak lekang oleh waktu.

Popularitas quiet luxury juga mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap kemewahan. Jika dahulu status sering ditunjukkan melalui barang-barang yang mudah dikenali, kini semakin banyak orang yang menganggap kemewahan sebagai sesuatu yang bersifat personal. Mereka lebih menghargai craftsmanship, kenyamanan, dan daya tahan sebuah produk dibandingkan sekadar nama besar yang terpampang jelas. Pergeseran ini membuat gaya quiet luxury terasa lebih relevan, terutama bagi mereka yang menginginkan investasi fashion jangka panjang.

Selain itu, tren ini semakin menguat seiring meningkatnya kesadaran akan konsumsi yang lebih bijak dan berkelanjutan. Dibandingkan membeli banyak item yang hanya populer sesaat, banyak konsumen kini memilih koleksi berkualitas tinggi yang dapat dikenakan berulang kali selama bertahun-tahun. Tak heran jika quiet luxury masih menjadi pilihan favorit hingga saat ini, karena menawarkan keseimbangan antara kemewahan, fungsionalitas, dan gaya yang selalu terlihat elegan di berbagai kesempatan.        

Definisi Quiet Luxury

Quiet luxury adalah filosofi desain yang mengutamakan keanggunan yang bersahaja. Produk yang termasuk dalam kategori ini biasanya terbuat dari bahan premium dan memiliki konstruksi yang ahli, sehingga nilai suatu produk dapat terlihat dari kualitasnya, bukan dari merek yang terlihat jelas.

Pergeseran Nilai Konsumen

Salah satu alasan utama mengapa quiet luxury tetap populer adalah pergeseran nilai di kalangan konsumen. Banyak orang kini lebih memprioritaskan umur panjang, kualitas material, dan keserbagunaan daripada branding yang mencolok. Hal ini mencerminkan kelelahan terhadap siklus mode yang didominasi logo dan meningkatnya kesadaran akan keahlian serta kualitas kain.

Kelelahan Terhadap Logo dan Tren Cepat

Setelah bertahun-tahun terpapar pada tren cepat dan branding yang berlebihan, konsumen mulai mencari kejelasan dan kesederhanaan dalam pilihan pakaian mereka. Quiet luxury muncul sebagai alternatif yang menawarkan desain yang lebih tenang dan tidak berlebihan.

Fokus pada Kualitas dan Keahlian

Tren ini juga mendorong konsumen untuk lebih memperhatikan bahan dan konstruksi garmen. Pakaian yang bersahaja seringkali menekankan tekstur dan penyelesaian yang berkualitas, sehingga elemen branding diminimalkan.

Keinginan akan Keabadian dan Umur Panjang

Konsumen kini lebih cenderung berinvestasi pada pakaian yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan dan musim. Ini adalah respons terhadap krisis keberlanjutan, di mana quiet luxury menekankan pentingnya barang-barang yang bertahan seumur hidup.

Keselarasan dengan Keberlanjutan

Quiet luxury juga sejalan dengan prinsip slow fashion, yang mendorong konsumen untuk membeli lebih sedikit tetapi produk yang lebih baik. Ini menjadi alternatif terhadap sifat fast fashion yang sekali pakai.

Redefinisi Status dan Kekayaan

Persepsi tentang status juga mengalami perubahan. Logo yang terlihat tidak lagi menjadi indikator eksklusivitas. Sebaliknya, kekayaan sejati kini lebih diukur dari efisiensi dan kualitas produk.

Respons terhadap Kebisingan Media Sosial

Di tengah bombardir informasi di media sosial, ada keinginan untuk kehalusan dan kedalaman. Quiet luxury menarik bagi mereka yang ingin membuat pernyataan tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun.

Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi yang tidak menentu juga mempengaruhi perilaku konsumen. Banyak yang kini lebih berhati-hati dalam berbelanja, memilih produk yang berkualitas tinggi dan tidak terlalu bergantung pada logo.

Tanggapan Ahli

Menurut Mr. Praveen Gangwal, pendiri Tilak Marbles, "Kemewahan hari ini kurang tentang pamer dan lebih tentang pengalaman. Klien memilih bahan yang terasa tepat seiring waktu." Sementara itu, Fabio d'Angelantonio, mantan CEO Loro Piana, menambahkan, "Jika orang membeli Loro Piana, mereka suka merasa sedikit seperti mereka adalah bagian dari klub, klub para penikmat." Ini menunjukkan bahwa quiet luxury bukan hanya tren, tetapi juga sebuah filosofi hidup yang menghargai kualitas dan pengalaman.

Dengan semua alasan ini, tidak mengherankan jika quiet luxury terus digemari di kalangan konsumen modern. Tren ini mencerminkan perubahan dalam cara kita memandang mode dan nilai-nilai yang kita anut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Hilda Irach
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|