Di Balik Estetika Panggung Louis Vuitton Menswear Spring/Summer 2027, Pakai Air Daur Ulang dan Pasir Lapangan Voli

8 hours ago 3

Fimela.com, Jakarta - Peragaan busana Louis Vuitton Menswear Spring/Summer 2027 tidak hanya menjadi panggung bagi eksplorasi kreatif Pharrell Williams terhadap budaya selancar dan gaya hidup pesisir. Di balik presentasi spektakuler bertajuk A Dandy Experience, koleksi ini juga membawa pesan yang lebih dalam tentang hubungan manusia dengan alam serta pentingnya menjaga ekosistem laut yang menjadi sumber inspirasi utama musim ini.

Sejak awal pertunjukan, tema keberlanjutan atau sustainability hadir bukan sebagai elemen tambahan, melainkan menjadi bagian integral dari narasi yang dibangun Pharrell Williams. Sang Men's Creative Director menjadikan laut, ombak, dan kehidupan pesisir sebagai pusat cerita koleksi, sekaligus mengingatkan tentang keterhubungan manusia dengan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan.

Dalam catatan resminya, Louis Vuitton menggambarkan air sebagai simbol kehidupan, peluang, dan koneksi manusia dengan alam. Filosofi tersebut diterjemahkan melalui keseluruhan pengalaman pertunjukan, mulai dari tata panggung, pilihan visual, hingga desain koleksi yang banyak mengambil inspirasi dari kehidupan para peselancar.

Merayakan Alam Melalui Narasi Pertunjukan

Konsep utama koleksi ini berangkat dari budaya surfing yang dipandang sebagai gaya hidup universal yang melampaui batas budaya, negara, maupun latar belakang sosial. Bagi Pharrell, ombak adalah "penyeimbang besar" yang mempertemukan semua orang dalam ruang yang sama.

Pesan tersebut diwujudkan melalui panggung yang menghadirkan ombak raksasa sebagai elemen sentral. Para tamu disambut suara deburan air yang menggema, menciptakan pengalaman imersif yang membawa mereka seolah berada di tepi pantai. Air yang digunakan untuk instalasi gelombang landasan pacu monumental ini bersumber dari Eaux de Paris dan dikembalikan langsung ke sistem saluran pembuangan kota melalui sistem tertutup untuk mencegah pemborosan.

Lanskap bukit pasir buatan dan elemen-elemen yang merepresentasikan kehidupan pesisir semakin memperkuat narasi tentang kedekatan manusia dengan alam. Pasir yang digunakan untuk membangun bukit pasir buatan dan estetika garis pantai dikumpulkan dengan rencana pengelolaan akhir masa pakai, yang rencananya akan disumbangkan untuk lapangan voli pantai di Cité Internationale Universitaire de Paris.

Pilihan tema ini bukan tanpa alasan. Laut dan pesisir merupakan ekosistem yang saat ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari polusi hingga kerusakan terumbu karang akibat perubahan iklim. Dengan menjadikan lautan sebagai sumber inspirasi utama, Louis Vuitton secara tidak langsung mengajak audiens untuk kembali melihat pentingnya menjaga keberlangsungan alam.

Mengangkat Nilai Durability dan Kehidupan Produk yang Lebih Panjang

Prinsip keberlanjutan juga tercermin melalui pendekatan desain koleksi. Pharrell mengeksplorasi estetika pakaian peselancar yang identik dengan penggunaan jangka panjang. Berbagai busana menampilkan efek weathered, tampilan usang, tekstur yang terlihat telah lama digunakan, hingga detail mended atau jahitan perbaikan.

Alih-alih dianggap sebagai kekurangan, elemen-elemen tersebut justru diangkat menjadi bagian dari estetika mewah Louis Vuitton. Pendekatan ini sejalan dengan salah satu prinsip penting dalam mode berkelanjutan, yakni memperpanjang usia pakai sebuah produk dan menghargai proses penggunaan yang meninggalkan jejak personal pada pakaian.

Melalui teknik trompe l'oeil, Louis Vuitton juga menciptakan ilusi tekstur yang menyerupai material yang telah terpapar cuaca dan perjalanan panjang. Hasilnya adalah koleksi yang tidak hanya menampilkan kemewahan, tetapi juga mengedepankan narasi tentang ketahanan dan perjalanan sebuah pakaian dari waktu ke waktu.

Menyatukan Craftsmanship dan Kesadaran Lingkungan

Koleksi ini turut menonjolkan berbagai detail yang dikerjakan secara manual, mulai dari bordir hingga dekorasi permukaan yang terinspirasi oleh simbol-simbol laut. Pendekatan berbasis craftsmanship tersebut mencerminkan penghargaan terhadap proses produksi yang lebih bernilai dan tidak berorientasi pada konsumsi cepat (fast fashion).

Dalam industri mode, peningkatan nilai craftsmanship sering dikaitkan dengan upaya menciptakan produk yang lebih tahan lama dan memiliki nilai emosional lebih tinggi bagi pemakainya. Dengan demikian, konsumen terdorong untuk menggunakan produk lebih lama daripada terus-menerus menggantinya dengan yang baru.

Dukungan Nyata untuk Restorasi Terumbu Karang

Komitmen keberlanjutan Louis Vuitton tidak berhenti pada narasi dan desain koleksi. Terinspirasi langsung oleh tema laut yang menjadi inti koleksi Spring/Summer 2027, rumah mode asal Prancis tersebut juga mengumumkan dukungan terhadap organisasi konservasi laut Coral Gardeners sebagai bagian dari roadmap keberlanjutan Regeneration 2030.

Melalui kolaborasi ini, Louis Vuitton akan mendukung penanaman 1.000 karang baru di kawasan restorasi Tiaia, Polinesia Prancis. Inisiatif tersebut juga ditargetkan membantu memulihkan sekitar 250 meter persegi habitat terumbu karang yang mengalami degradasi.

Terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Selain menjadi rumah bagi sekitar seperempat spesies laut di dunia, terumbu karang juga membantu melindungi garis pantai dari abrasi dan mendukung kehidupan jutaan masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan.

Dukungan terhadap Coral Gardeners memperlihatkan bagaimana inspirasi yang diambil dari alam tidak hanya berhenti sebagai sumber estetika, tetapi juga diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk menjaga lingkungan yang menginspirasi koleksi tersebut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|