Kartini Era Kini: Belajar Mengenal Diri Lewat Gaya Hidup Sustainability Bersama Novia Arifin @ceritanupi

9 hours ago 8

Fimela.com, Jakarta - Bagi Novia Arifin, atau yang lebih dikenal disapa Nupi, perjalanan menuju gaya hidup sustainability tidak datang sebagai tren sesaat. Semua berawal dari proses refleksi personal yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Pada tahun 2022, Nupi masih aktif sebagai musisi dan kerap membuat konten bermain bass. Namun di tahun yang sama, ia mengalami momen reflektif yang menjadi titik balik. Kesadaran baru muncul ketika ia mulai mempertanyakan sistem konsumsi yang selama ini dijalani tanpa sadar, dari sebuah pola hidup yang ternyata tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga lingkungan.

Observasi Kebiasaan di Rumah yang Hasilnya Bisa Berdampak Besar

Tumbuh di rumah dengan kebiasaan menyimpan banyak barang, membuatnya sejak kecil mengamati bagaimana ruang yang penuh justru dapat memicu stres emosional. Dari pengalaman personal tersebut, Nupi mulai memahami hubungan antara konsumsi, kesehatan mental, dan kualitas hidup.

Awalnya, konten yang ia bagikan berfokus pada yoga dan self-development. Namun perlahan, pembahasan berkembang menuju mindful living hingga akhirnya bermuara pada isu sustainability, mulai dari fast fashion, limbah rumah tangga, hingga kebiasaan konsumsi sehari-hari. Lewat konten singkat yang interaktif, menarik, dan juga reflektif, @ceritanupi kini menjadi ruang berbagi tentang hidup lebih sadar, bukan sekadar hidup mengikuti arus.

Filosofi Underconsumption Menurut Cerita Nupi

Sahabat Fimela, sering kali kita merasa harus memiliki segalanya demi diakui oleh lingkungan sosial. Menurut Nupi, konsistensi dalam menerapkan prinsip underconsumption lahir dari kesadaran penuh. Ia mengamati bahwa banyak orang melakukan sesuatu hanya karena ikut-ikutan tanpa memahami dampaknya. Dengan berhenti tenggelam dalam sistem yang tidak dibutuhkan, seperti obsesi terhadap elektronik atau baju terbaru, seseorang justru bisa menjadi manusia seutuhnya yang bebas dari beban konsumsi berlebih.

Nupi juga melihat adanya perubahan positif pada followersnya. Lewat pesan singkat dan unggahan yang menandai dirinya, ia melihat banyak yang mulai membawa wadah sendiri saat jajan, memilah sampah, hingga belajar membuat kompos. “Saat itu aku pernah mengikuti kerjasama dengan suatu sustainability brand dia ada bikin workshop kompos, aku mengisi materi di workshop itu dan ternyata banyak dari orang yang tertarik untuk daftar di workshop tersebut. Ada interest dari masyarakat, padahal mungkin mereka ga follow aku” ujar Nupi saat diwawancarai Fimela.

Jika melihat dari scoop yang lebih besar, Nupi merasa bahwa belakangan ini sudah semakin banyak tren di media sosial yang mengajak kita bersama-sama untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan. Hal ini juga dipengaruhi dari berita-berita bencana alam yang sudah sering kita lihat, seperti bencana di Sumatra, TPA yang overload, kebakaran, suhu bumi yang terasa semakin panas, dan masih banyak lagi yang akhirnya mendorong kita untuk aware kepada lingkungan. 

Melalui konten-konten yang diunggah di Instagram @ceritanupi, ia secara aktif membedah isu-isu kompleks seperti fast fashion menjadi konten yang mudah dicerna. Keberhasilannya mengajak orang untuk mulai "jujur" pada kebutuhan diri sendiri dan membantu banyak orang menemukan harga diri mereka tanpa harus melekat pada atribut barang-barang mewah atau tren yang destruktif.

Perempuan Sebagai Garda Terdepan di Rumah

Bagi Nupi, Hari Kartini memiliki makna personal tentang keteguhan hati perempuan dalam mempertahankan idealisme. Perempuan adalah garda terdepan di rumah yang mengontrol sumber nutrisi keluarga. Keputusan untuk membeli sayur organik atau mengolah sampah rumah tangga adalah keistimewaan perempuan yang memberikan dampak dominan bagi kesehatan keluarga. Nupi menekankan bahwa perempuan yang pintar dan sadar dalam berkonsumsi adalah perempuan yang kuat, karena ia tidak lagi mudah terjebak oleh sistem iklan yang sering kali menyesatkan.

Nupi pun memiliki sosok "Kartini Modern" yang sangat ia kagumi, yaitu Ibu Fenti, seorang aktivis iklim di Mitra Dago, Bandung. Ibu Fenti berhasil mengorganisir warga di kompleknya untuk memilah sampah, membuat kompos, hingga memiliki kebun organik sendiri yang mampu menyediakan pangan bagi warga komplek. Hebatnya lagi, mereka memiliki fasilitas angkot bersama untuk mengurangi emisi karbon saat beraktivitas. Energi Ibu Fenti di masa pensiunnya untuk menggerakkan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pengaruh perempuan bisa sangat masif dan berkelanjutan.

Inspirasi dari tokoh-tokoh seperti Ibu Fenti memperkuat tekad Nupi untuk terus menyebarkan pesan positif. Salah satu pencapaian yang terus ia gaungkan adalah mengajak perempuan untuk beralih menggunakan pembalut kain atau menstrual cup. Bagi Nupi, ini adalah bentuk tanggung jawab nyata karena sampah plastik pembalut sekali pakai sangat sulit terurai. Menjadi perempuan yang bijak berarti berani mengambil keputusan yang benar bagi diri sendiri dan bumi.

Jangan Takut Menjadi Berbeda untuk Memulai Gaya Hidup Sustainability

Menutup perbincangan hangat ini, Nupi memberi pesan kuat bagi perempuan muda yang mungkin masih merasa takut atau malu untuk tampil berbeda dari tren. Ia mengingatkan bahwa pada asalnya setiap manusia itu memang berbeda. Daripada selalu melihat keluar dan mengikuti apa yang dilakukan orang lain, Nupi menyarankan untuk lebih fokus masuk ke dalam diri. Dengan mengenal diri sendiri, kita tidak hanya akan lebih ramah lingkungan, tetapi juga bisa menghemat energi mental dan materi karena tidak lagi membeli sesuatu yang tidak berguna.

Gaya hidup berkelanjutan adalah jawaban relevan atas perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang kita rasakan saat ini. Nupi berharap suatu saat nanti ia tidak perlu lagi membuat konten edukasi karena semua orang sudah secara sadar melakukan hal yang sama untuk bumi. Menjadi berbeda karena peduli pada alam adalah sebuah kehormatan. Dengan memulai langkah kecil hari ini, Sahabat Fimela sedang membangun masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, sekaligus meneruskan semangat perjuangan Kartini dalam bentuk yang lebih modern dan berdampak.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Kayla Bridgitte
  • Anisha Saktian Putri

    Editor

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|