Lebih Fokus dan Tenang saat Bekerja di Kantor dengan Ritual One Thing Done

6 hours ago 5

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa sudah sibuk seharian di kantor, tapi tetap merasa belum benar-benar menyelesaikan apa pun? To do list yang panjang, notifikasi tak henti berdatangan, ide baru terus muncul, semuanya menjadi terasa penting dan mendesak.

Di tengah ritme bekerja yang serba cepat, ada satu ritual sederhana yang bisa membantu kamu kembali fokus, yaitu untuk selalu mengingat “one thing done” reminder. Sebuah pengingat harian untuk memastikan setidaknya ada satu hal penting yang benar-benar selesai setiap hari.

Hal ini mungkin terdengar sederhana, namun dampaknya bisa menjadi besar untuk produktivitas dan kesehatan mental di tempatmu bekerja.

Apa Itu Ritual “One Thing Done”?

Dilansir dari beberapa sumber termasuk thefocuscourse.com, “one thing done” adalah kebiasaan memilih satu prioritas utama setiap hari, lalu memastikan hal itu selesai sebelum hari kerja berakhir.

Ritual ini berasal dari prinsip bahwa fokus tunggal dapat membantu dalam meningkatkan kualitas kerja, adanya target yang jelas membuat energi lebih terarah, dan hadirnya deadine membantu kita bekerja lebih efisien. Alih-alih mencicil banyak proyek sekaligus tanpa arah, kamu memberi ruang pada satu hal untuk benar-benar tuntas.

Manfaat Ritual “One Thing Done” di Tempat Kerja

1. Mengurangi Overwhelm karena Terlalu Banyak Tugas

Buatlah skala prioritas terhadap tugas-tugas yang ingin kamu kerjakan. Dengan menentukan satu fokus utama, kamu memberi kejelasan arah dan mengurangi beban mental.

2. Meningkatkan Kualitas Hasil Kerja

Sahabat Fimela, ketika perhatian tidak terbagi, hasil kerja cenderung lebih detail dan matang. Kita sering lupa bahwa multitasking sebenarnya dapat membuat kualitas pekerjaan menjadi menurun. Fokus pada satu hal memungkinkanmu masuk ke kondisi flow, fase di mana kamu bekerja dengan konsentrasi penuh dan terasa lebih menyenangkan.

3. Membantu Mengukur Progres dengan Jelas

Progres kecil yang terlihat nyata lebih memotivasi daripada banyak tugas setengah jadi. Satu pekerjaan yang selesai memberikan rasa pencapaian yang konkret.

4. Melatih Disiplin untuk Berkata “Tidak”

Ritual ini juga membantu kamu belajar menahan diri dari datangnya ide-ide baru yang muncul tiba-tiba, permintaan mendadak yang sebenarnya bisa dijadwalkan ulang, distraksi dari handphone yang tidak mendesak. 

5. Membuat Pekerjaan Lebih Terarah dan Menyenangkan

Saat fokusmu jelas, energi terasa lebih ringan. Kamu tidak lagi bekerja dalam mode panik, tapi dalam mode sadar dan terencana.

Cara Menerapkan Ritual “One Thing Done”

Sahabat Fimela, jika kamu ingin mulai menerapkan ritual ini di tempat kerja, kuncinya bukan pada membuat daftar yang lebih panjang, tetapi justru menyederhanakannya. Berikut langkah yang bisa kamu praktikkan agar “one thing done” benar-benar terasa dampaknya.

1. Tentukan Satu Prioritas Sebelum Mulai Bekerja

Sebelum membuka email atau aplikasi chat kantor, luangkan waktu satu hingga dua menit untuk menentukan fokus utama hari itu. 

2. Tulis dan Letakkan di Tempat yang Terlihat

Setelah menentukan prioritas, tuliskan secara jelas. Bisa di sticky note, planner, atau bahkan dijadikan wallpaper laptop. Reminder visual ini penting agar kamu tidak mudah terdistraksi oleh notifikasi atau permintaan mendadak. Setiap kali perhatianmu mulai terpecah, kamu bisa kembali melihat satu fokus tersebut.

3. Kerjakan Lebih Dulu Sebelum Distraksi Datang

Idealnya, selesaikanlah prioritas utama di pagi hari saat energi dan konsentrasi masih penuh. Jangan menunggu “waktu senggang” karena biasanya waktu itu tidak pernah benar-benar datang. 

4. Tunda yang Lain Tanpa Rasa Bersalah

Fokus pada satu hal berarti yang lain memang menunggu giliran, bukan diabaikan. Ingat, menunda bukan berarti mengabaikan. Sikap ini membantu kamu bekerja dengan lebih tenang tanpa merasa harus menyelesaikan semuanya sekaligus.

5. Rayakan Saat Selesai

Saat satu prioritas berhasil diselesaikan, beri diri sendiri apresiasi kecil. Tarik napas lega, beri tanda centang besar di daftar tugas, atau ambil jeda istirahat singkat. Rasa “done” ini penting untuk membangun momentum dan motivasi ke hari berikutnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Annisa Kharisma Dewi

    Author

    Annisa Kharisma Dewi
  • Adinda Tri Wardhani

    Editor

    Adinda Tri Wardhani
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|