Potret Syifa Hadju dan Yasmin Napper di Front Row Show Coach NYFW 2027

4 hours ago 4

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dua wajah muda Indonesia, Syifa Hadju dan Yasmin Napper, duduk di barisan depan show Coach pada gelaran New York Fashion Week (NYFW) 2027. Menyimak koleksi Spring 2027, keduanya menampilkan gaya yang berangkat dari karakter personal, namun tetap merespons estetika Coach dengan cara yang berbeda.

Syifa melangkah dalam balutan dress hitam panjang dengan detail pita lembut di bagian pundak. Siluetnya yang sederhana menegaskan kesan elegan dan feminin, sementara soft tabby shoulder bag warna chalk menjadi aksen terang yang memperhalus keseluruhan look.

"Untuk merayakan ulang tahun Coach yang ke-85, saya memikirkan tentang memori dan bagaimana banyak hal yang sudah familiar bagi kita bisa berubah seiring waktu," kata Stuart Vevers, Creative Director Coach, dalam rilis, Jumat (11/9/2026).

Di sisi lain, Yasmin mengambil pendekatan yang lebih berani. Ia memilih kaus hitam terinspirasi jersey football dipadukan dengan rok midi plaid klasik, menciptakan energi sporty dan bold. Pilihannya kian tegas saat ia menenteng soft grain tabby quilted dengan tali chain berwarna emas, yang memberi sentuhan feminin pada perpaduan busana yang lebih maskulin dan kasual.

Kehadiran Syifa dan Yasmin menjadi bagian dari perayaan besar Coach yang tahun ini menandai usia ke-85. Pertunjukan Spring 2027 digelar di pusat kota New York dan menampilkan koleksi yang meminjam sejumlah elemen familiar dari sejarah brand, kemudian mengolahnya lewat konstruksi dan material yang terasa lebih ekspresif.

Outerwear Sebagai Kanvas Eksperimen

Rangkaian outerwear tampil sebagai area eksplorasi yang menonjol. Trench coat, jaket kulit, tuxedo, dress dengan potongan bias-cut, serta Western boot kembali hadir dalam proporsi ramping dan klasik. Garis bahu dibuat clean, lengan disempitkan, sedangkan celana jatuh memanjang hingga menumpuk di sekitar pergelangan kaki.

Perpaduan ini mempertemukan kerapian tailoring dengan semangat streetwear dan cita rasa rebel yang menjadi bagian dari identitas karya Vevers. Siluet-siluet yang terukur memberi ruang bagi detail untuk berbicara, tanpa kehilangan karakter yang dinamis di atas runway.

Overcoat, blazer, dan trench coat dirancang dengan konstruksi inside-out yang sengaja mengekspos garis jahitan dan struktur bagian dalam. Kulit Nappa bertekstur serat halus memberikan karakter lentur pada potongan, sementara detail kisslock pada kantong menghadirkan kilasan elemen ikonis dalam sejarah Coach.

Menelusuri Arsip Coach

Jejak masa lalu dihadirkan lewat Turnlock Tote yang mengambil inspirasi dari desain Coach tahun 1970. Tas tersebut menggunakan turnlock hardware yang pertama kali diperkenalkan oleh Bonnie Cashin, kepala desainer pertama Coach.

Inside-Out Brooklyn mengekspos struktur internal salah satu siluet khas Coach, memperlihatkan bagian-bagian yang biasanya tersembunyi. Di saat yang sama, Tabby mendapatkan interpretasi baru dengan dekorasi bernuansa pesta, termasuk patchwork yang menggabungkan sejumlah pouch vintage menjadi satu tas.

Material yang pernah dipakai juga mendapat kehidupan kedua. Kulit dan denim bekas diolah kembali menjadi desain baru, sementara kain furing dimanfaatkan dengan pendekatan inside-out sehingga konstruksinya tampil nyata.

Penggunaan kembali vintage Coach pouches menjadi tas baru menegaskan bagaimana sejarah tidak hanya disimpan sebagai arsip, tetapi turut hadir dalam proses penciptaan berikutnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Asnida Riani
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|