Puan Maharani Melangkah Elegan di Sidang Tahunan MPR 2026 dengan Kebaya Hijau Olive

12 hours ago 10

Fimela.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani terlihat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR–DPD RI 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026). Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ia kembali memilih kebaya sebagai busana untuk agenda kenegaraan.

Kali ini, Puan tampil elegan dalam kebaya bernuansa hijau olive. Pilihan busana tersebut tidak hanya menghadirkan siluet tradisional yang selaras dengan forum resmi, tetapi juga membawa pesan yang lekat dengan momen perayaan kemerdekaan.

Nuansa yang dihadirkan terasa sarat makna: harmoni, ketenangan, dan harapan. Seluruh elemen tampilan disusun untuk menonjolkan pesan itu sekaligus menjaga etiket berbusana di ruang sidang kenegaraan.

Nuansa Hijau Olive di Ruang Sidang

Puan Maharani mengenakan kebaya brokat berwarna hijau olive yang memperlihatkan karakter feminin sekaligus berwibawa. Tekstur brokat memberi kedalaman visual, sementara potongan kebaya mempertahankan garis tradisional yang rapi.

Warna hijau olive memberi kesan teduh dan sophisticated. Pilihan ini membuat penampilannya berbeda dari palet merah dan putih yang kerap muncul pada momen peringatan kemerdekaan, namun tetap terasa kontekstual.

Makna warna yang dipilih juga menonjol. Hijau olive direpresentasikan sebagai simbol kedamaian, keseimbangan, serta harapan akan ketenangan dan kemakmuran bangsa. Pesan tersebut selaras dengan suasana Sidang Tahunan yang menjadi agenda penting menjelang HUT Kemerdekaan RI.

Detail Kebaya Beraksen Sunda dan Styling Puan Maharani

Kebaya ini mengambil inspirasi dari busana adat Sunda. Sentuhan modern dihadirkan melalui detail ribbon applique yang diaplikasikan pada permukaan kebaya.

Aksen applique memperkaya tekstur dan memberikan dimensi pada material brokat yang digunakan. Perpaduan keduanya menciptakan tampilan yang klasik namun tetap relevan dengan estetika masa kini.

Untuk melengkapi kebaya, Puan mengenakan selendang hijau tua yang dipadukan dengan kain bawahan dalam warna senada. Gradasi hijau dari olive hingga hijau tua membuat keseluruhan tampilan terasa harmonis sekaligus tegas.

Dari sisi aksesori, styling dipertahankan minimalis agar kebaya menjadi pusat perhatian. Komposisi ini menghasilkan kesan anggun dengan karakter formal yang tepat untuk ruang sidang kenegaraan.

Kilas Balik 2025 dengan Kebaya Hijau dan Makna Selendang Merah

Pilihan warna hijau bukan pertama kalinya bagi Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR. Pada 2025, ia juga tampil dengan kebaya bernuansa hijau, meski desain dan styling yang dihadirkan berbeda dari tahun ini.

Saat itu, Puan mengenakan kebaya hijau lime bermotif bunga yang dipadukan dengan kain panjang batik tulis dari Pekalongan. Batik tersebut menggunakan bahan sutra dan dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Motif yang digunakan adalah Bunga Hokokai dengan latar motif parang. Motif ini memiliki pengaruh sejarah dari masa pendudukan Jepang di Indonesia, sehingga membawa lapisan makna budaya pada penampilannya.

Salah satu detail yang paling mencuri perhatian kala itu adalah selendang merah yang disampirkan di bahu. Warna merah tersebut dimaknai sebagai simbol semangat perjuangan melawan penjajahan, sejalan dengan momentum peringatan HUT ke-80 RI.

Puan juga menyematkan bros berwarna keemasan pada selendang. Rambut ditata sanggul sederhana dan riasan dibuat segar serta elegan untuk menyeimbangkan keseluruhan tampilan.

Kebaya di Panggung Kenegaraan: Tradisi yang Terus Bergerak

Dua penampilan Puan di Sidang Tahunan menunjukkan konsistensi menggunakan busana tradisional sebagai medium untuk membawa unsur budaya ke dalam agenda kenegaraan. Pada 2025, ia menonjolkan kontras hijau dan merah bersama batik Pekalongan.

Di 2026, nuansa hijau olive dipilih dengan pendekatan yang lebih lembut dan simbolis. Palet warna ini dikuatkan dengan selendang hijau tua dan kain bawahan yang serasi, menghadirkan keselarasan visual.

Kebaya Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR 2026 juga menegaskan bagaimana busana tradisional dapat terus berkembang mengikuti konteks zaman tanpa kehilangan identitasnya. Inspirasi busana Sunda, material brokat, detail ribbon applique, serta permainan warna hijau olive dan hijau tua berpadu menjadi estetika kontemporer yang berakar pada tradisi.

Dalam rangkaian agenda menuju HUT ke-81 RI, penampilan tersebut hadir lebih dari sekadar pilihan busana. Lewat kebaya hijau olive, ia menyampaikan gambaran tentang ketenangan, keseimbangan, dan harapan yang menyatu dengan suasana perayaan kemerdekaan Indonesia.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|