Rutinitas Komuter Ternyata Jadi Sumber Paparan Hidden UV yang Diam-Diam Berdampak pada Kesehatan Kulit, Ini Alasannya

5 hours ago 3

Fimela.com, Jakarta - Banyak orang mengira kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) hanya terjadi saat liburan, misalnya ketika pergi ke pantai, mendaki gunung, atau menghabiskan waktu di luar ruangan di bawah terik matahari. 

Padahal, paparan sinar UV yang paling konsisten justru terjadi saat kita menjalani rutinitas harian. Perjalanan menuju kantor dengan KRL (Kereta Rel Listrik), bus, atau ojek online membuat kulit terus terpapar sinar ultraviolet, meski durasinya mungkin tidak terasa lama.

Rutinitas pagi yang tampak biasa ini ternyata menjadi sumber paparan sinar UV yang berlangsung setiap hari. Sedikit demi sedikit, paparan tersebut akan terakumulasi dan dapat memicu penuaan dini, munculnya flek hitam, warna kulit tidak merata, hingga berbagai bentuk kerusakan kulit lainnya.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada kulit selama perjalanan menuju tempat kerja? Mengapa paparan sinar UV saat bepergian setiap hari perlu menjadi perhatian? Dan bagaimana cara melindungi kulit tanpa harus mengubah seluruh rutinitas pagi? Simak selengkapnya artikel di bawah ini, Sahabat FIMELA!

Hidden UV yang Tidak Terlihat Mata

Belum lama ini saya, Hilda, reporter lifestyle Fimela.com, mengikuti media trip bersama UNIQLO dan komunitas SANA Kenal Kota. Alih-alih sekadar walking tour menyusuri hidden gems Jakarta, perjalanan tersebut mengajak saya melihat satu "hidden gem" lain yang tidak kasatmata,  hidden UV.

Selama perjalanan, saya mencoba sebuah eksperimen sederhana menggunakan UV Card. Separuh kartu saya selipkan di dalam jaket AIRism Ultra Stretch UV Protection dari UNIQLO, sementara separuh lainnya dibiarkan terbuka terkena cahaya matahari.

Yang mengejutkan, pengujian dilakukan saat kami sedang berteduh di bawah pepohonan. Saya sempat mengira hasilnya tidak akan jauh berbeda. Ternyata saya salah.

Bagian kartu yang tidak terlindungi berubah warna, menunjukkan bahwa sinar UV tetap mengenai permukaan kulit meski kami tidak sedang berdiri di bawah terik matahari secara langsung.

Saat itulah saya menyadari bahwa bahaya terbesar dari sinar UV bukan hanya intensitasnya, tetapi karena ia hadir hampir setiap hari tanpa kita sadari.

Komuter Ternyata Menjadi Paparan UV Terbesar

Temuan sederhana itu ternyata didukung berbagai penelitian. Analisis dari U.S. Department of Transportation yang dikutip HealthCentral menunjukkan masyarakat menghabiskan lebih dari satu jam setiap hari untuk bepergian menuju tempat kerja.

Ironisnya, banyak orang menganggap berada di dalam mobil, kereta, atau bus sudah cukup melindungi kulit dari matahari, padahal tidak sepenuhnya demikian. Kaca depan kendaraan memang mampu menyaring sebagian besar radiasi ultraviolet. Namun kaca samping mobil, jendela bus, maupun kereta umumnya masih memungkinkan sinar UVA menembus ke dalam kabin.

Akibatnya, selama perjalanan kulit tetap menerima paparan UV meskipun tidak terasa panas ataupun mengalami sunburn. Inilah yang disebut para dermatolog sebagai paparan UV kumulatif, paparan kecil yang terus berulang setiap hari hingga akhirnya mempercepat proses penuaan kulit.

Indonesia Memiliki Risiko Lebih Tinggi

Jika kondisi tersebut terjadi di Amerika Serikat, masyarakat Indonesia justru menghadapi tantangan yang lebih besar. Sebagai negara tropis di garis khatulistiwa, Indonesia menerima sinar matahari sepanjang tahun. WHO bahkan menyebut wilayah dekat khatulistiwa memiliki tingkat radiasi UV yang lebih tinggi.

Yang sering disalahpahami, awan bukanlah pelindung dari sinar UV. Sekitar 60–80 persen radiasi ultraviolet masih mampu menembus awan. Itu sebabnya meski cuaca terlihat mendung atau tidak terlalu panas, kulit tetap menerima paparan UV.

Di Jakarta sendiri, indeks UV dapat mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi terutama menjelang siang hingga sore hari. Artinya, perjalanan menuju kantor setiap pagi sebenarnya sudah cukup untuk memberikan akumulasi paparan terhadap kulit.

Bahaya hidden UV bukan sekadar teori. The New England Journal of Medicine pernah mempublikasikan foto seorang pengemudi truk berusia 69 tahun yang bekerja selama 28 tahun.

Sisi kiri wajahnya mengalami kerutan jauh lebih dalam, kulit lebih tebal, dan tampak menua dibanding sisi kanan wajah. Penyebabnya sederhana,  selama puluhan tahun sisi kiri wajahnya lebih sering terkena sinar matahari dari jendela kendaraan.

Menurut dermatolog Dr. Steven A. Nelson, banyak orang hanya mengenal UVB sebagai penyebab kulit terbakar. Padahal sinar UVA yang menembus kaca juga dapat menyebabkan kerusakan DNA, mempercepat photoaging, bahkan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker kulit. "Radiasi UVA, baik yang menembus kaca maupun paparan langsung, telah terbukti berkontribusi terhadap perkembangan berbagai jenis kanker kulit," jelas Dr. Nelson.

Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Anak Komuter?

Sejak mengikuti eksperimen tersebut, saya mulai mengubah kebiasaan kecil setiap pagi. Kalau sebelumnya saya hanya memakai sunscreen saat ada liputan outdoor atau liburan, kini perlindungan terhadap sinar UV menjadi bagian dari rutinitas harian.

Dr. Nelson menyarankan penggunaan sunscreen broad spectrum minimal SPF 30 setiap pagi, bahkan ketika seseorang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan karena sinar UVA tetap mampu menembus kaca jendela.

Selain sunscreen, perlindungan berlapis juga penting, mulai dari topi, kacamata hitam, hingga pakaian dengan teknologi UV Protection atau UPF.

Salah satu rekomendasi pakaian dengan UV Protection yang sering saya gunakan adalah UNIQLO UV Protection Wear, AIRism Jaket Ultra Stretch UV Protection.

Bukan hanya terasa ringan dan sejuk saat dipakai berjalan kaki seharian di Jakarta, jaket ini juga memiliki perlindungan UPF50+ yang membantu mengurangi paparan sinar UV. Desain hoodienya bahkan dilengkapi visor yang memberikan perlindungan tambahan pada area wajah.

Yang saya sukai, perlindungan tersebut hadir tanpa membuat aktivitas terasa merepotkan. Saya tetap bisa bergerak bebas berkat material Ultra Stretch dan tetap merasa nyaman meski cuaca cukup terik.

Melindungi kulit akhirnya bukan lagi soal persiapan liburan, tetapi kebiasaan sederhana yang dimulai setiap pagi, bahkan sebelum perjalanan menuju kantor dimulai. Setuju nggak, Sahabat FIMELA!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Hilda Irach
  • Adinda Tri Wardhani

    Editor

    Adinda Tri Wardhani
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|