Birkenstock Umah Ubud, Rumah Baru yang Memadukan Fashion, Wellness, Komunitas dan Tradisi Bali

15 hours ago 13

Fimela.com, Jakarta - Ada sesuatu yang berbeda ketika sebuah butik tidak hanya dirancang sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai ruang untuk berhenti sejenak, bereksplorasi, dan menemukan pengalaman baru. Semangat inilah yang terasa dalam kehadiran Birkenstock Umah Ubud, sebuah destinasi yang mempertemukan alam, craftsmanship, desain, wellness, dan komunitas dalam satu ruang yang penuh makna.

Berada di Ubud, Bali, Birkenstock Umah Ubud hadir dengan konsep “A Home Where Nature, Craftsmanship, and Community Meet.” Nama “umah” sendiri dalam bahasa Bali berarti rumah, sebuah tempat untuk merasa memiliki, menjalin koneksi, sekaligus berbagi pengalaman. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam setiap sudut butik, menjadikannya lebih dari sekadar destinasi ritel.

Kehadiran Birkenstock Umah Ubud semakin istimewa melalui perayaan pembukaannya yang berlangsung meriah. Sejumlah figur publik turut hadir pada acara pembukaan butik yang berlangsung meriah ( Jumat, 14/8/2026 ) di antaranya Sheila Dara, Dion Wiyoko, Happy Salma, dan Ayla Dimitri. Namun, lebih dari sekadar perayaan pembukaan, momen ini menjadi penanda hadirnya sebuah konsep baru BIRKENSTOCK di Indonesia, sebuah ruang yang mengajak pengunjung melihat desain dan craftsmanship dari perspektif yang lebih dalam.

Ketika Arsitektur Khas Bali Terkemas dalam Konsep Kekinian

Salah satu daya tarik utama Birkenstock Umah Ubud terletak pada arsitekturnya. Berbeda dari gaya interior dan eksterior butik  Birkenstock pada umumnya, Birkenstock Umah Ubud dirancang oleh arsitek Indonesia Yoka Sara dan Iwan Sastrawan bersama Head of Shop Fit BIRKENSTOCK, Peter Lam, butik ini menghadirkan interpretasi kontemporer dari esensi arsitektur tradisional Bali.

Konsep tersebut terlihat melalui penggunaan material alami seperti kayu, bambu, keramik, lava stone, serta rotan lokal. Material-material ini tidak hanya memberikan karakter visual yang hangat dan menyatu dengan lingkungan Ubud, tetapi juga merepresentasikan kekayaan tradisi kerajinan Bali. Tak hanya itu, jika diperhatian pada area paving block di depan butik dibuat dengan aprik dan terinspirasi dari alas sol sandal khas BIRKENSTOCK dengan material batu alam.

Birkenstock Umah Ubud terdiri dari tiga bangunan yang saling terhubung, lengkap dengan sebuah paviliun komunitas dua lantai. Tata ruangnya dirancang untuk menciptakan pengalaman yang mengalir, memungkinkan pengunjung berpindah dari satu area ke area lainnya sambil menikmati berbagai cerita yang ditawarkan.

Menurut Fitri Aprilia, Marketing Manager BIRKENSTOCK Indonesia, Birkenstock Umah Ubud merupakan statement store pertama sekaligus yang terbesar di Indonesia. Kehadirannya menjadi sebuah pernyataan tentang bagaimana sebuah toko dapat berkembang menjadi ruang pengalaman yang lebih holistik.

Merayakan Warisan dan Craftsmanship

Di dalam butik, setiap koleksi dikurasi dengan cermat untuk merefleksikan filosofi BIRKENSTOCK yang telah bertahan selama bertahun-tahun: kualitas, fungsi, dan desain yang tak lekang oleh waktu. Namun ada kejutan spesial khusus untuk Anda para kolektor BIRKENSTOCK, pengunjung juga dapat mengeksplorasi Craftsmanship and 1774 Pavilion. Sebuah area yang membawa mereka lebih dekat dengan perjalanan panjang BIRKENSTOCK. Di sini, warisan dan craftsmanship menjadi bagian penting dari pengalaman, hingga akhirnya bermuara pada evolusi desain melalui koleksi eksklusif 1774.

Menariknya, koleksi 1774 tersebut hanya tersedia di Birkenstock Umah Ubud, menjadikan pengalaman berkunjung ke butik ini semakin personal dan eksklusif bagi para pencinta desain dan footwear. Salah satu yang memikat mata adalah Birkenstock London "The Artist" Suede Leather dalam varian warna Taupe Splash. Produk ini merupakan bagian dari koleksi kolaborasi eksklusif lini premium Birkenstock 1774 x Song for the Mute (SFTM), sebuah label mode asal Australia. Sepatu ini menampilkan material suede premium berwarna abu-abu kecokelatan (taupe) dengan motif cipratan cat (paint-splatter) putih yang estetik di seluruh permukaannya. Berbeda dengan model Boston yang bermodel clog terbuka, siluet model London ini memiliki bagian tumit yang tertutup penuh. Koleksi kolaborasi premium ini diproduksi dalam jumlah terbatas dan tersedia di Birkenstock Umah Ubud.

Ketika Retail Bertemu Wellness di Birkenstock Umah Ubud

Tidak berhenti pada desain dan craftsmanship, Birkenstock Umah Ubud juga membawa elemen wellness ke dalam pengalaman pengunjung. Salah satunya melalui kehadiran standing foot bowl, sebuah instalasi yang memungkinkan pengunjung berdiri dan meletakkan kedua kaki untuk merasakan vibrasi suara dari pengalaman sound healing.

Elemen ini memperkuat gagasan bahwa Birkenstock Umah Ubud bukan hanya tentang apa yang dikenakan di kaki, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat terhubung dengan tubuh, ruang, dan lingkungan di sekitarnya.

Konsep wellness tersebut kemudian diperluas melalui Community Space, sebuah ruang yang dirancang untuk menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas dan kreativitas. Ruang ini dapat digunakan untuk kolaborasi kreatif, workshop, kegiatan kebugaran, wellness, hingga cultural gatherings.

Dengan demikian, kata “umah” benar-benar diwujudkan dalam pengalaman yang ditawarkan. Ia bukan sekadar nama, tetapi sebuah filosofi tentang ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk datang, bertemu, belajar, bereksplorasi, dan berbagi.

Birkenstock Umah Ubud dan Beragam Makna

Pada akhirnya, Birkenstock Umah Ubud menawarkan cara baru untuk menikmati sebuah brand. Di tengah lanskap Ubud yang dikenal akan kedekatannya dengan alam, budaya, dan kreativitas, butik ini hadir sebagai ruang yang mempertemukan berbagai elemen tersebut dalam sebuah pengalaman yang terasa autentik.

Birkenstock Umah Ubud pun menjadi lebih dari sekadar tempat untuk menemukan koleksi footwear. Ia adalah sebuah “rumah” yang mengajak pengunjung memperlambat langkah, melihat lebih dekat proses di balik sebuah karya, merasakan koneksi dengan ruang, sekaligus menemukan berbagai bentuk interaksi baru melalui komunitas.

Sebuah destinasi di Ubud yang memperlihatkan bahwa retail di masa kini tidak lagi hanya tentang produk, tetapi juga tentang cerita, pengalaman, koneksi, dan makna.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Adinda Tri Wardhani

    Author

    Adinda Tri Wardhani
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|