Kartini Era Kini: Erika Richardo Membawa Perubahan Lewat Kreativitas dan Kepedulian

11 hours ago 6

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di Indonesia, bulan April selalu identik dengan peringatan Hari Kartini. Semangat perjuangan R.A. Kartini dan para pahlawan perempuan Indonesia lainnya hingga kini masih dapat dirasakan oleh banyak perempuan. Jika dulu Kartini memperjuangkan pendidikan perempuan melalui tulisan dan pemikiran, kini semangat tersebut hadir dalam bentuk yang lebih beragam. Seiring pesatnya perkembangan media sosial, semakin banyak sosok perempuan inspiratif bermunculan dan mencerminkan semangat Kartini masa kini. Salah satunya adalah Erika Richardo.

Erika Richardo dikenal sebagai content creator sekaligus pelukis muda asal Indonesia yang aktif menghadirkan karya-karya kreatif di media sosial. Popularitas kariernya semakin meningkat sejak aktif di TikTok pada 2020, dengan konten unik seperti melukis di berbagai media tak biasa, mulai dari mobil sport, gaun, hingga lantai. Kreativitasnya ini berhasil menarik jutaan penonton dan mengantarkannya meraih penghargaan Creator of the Year di TikTok Awards Indonesia 2024.

Tak hanya fokus pada karya seni, Erika juga semakin dikenal luas berkat kepeduliannya terhadap isu sosial, khususnya pendidikan di daerah terpencil. Melalui berbagai penggalangan dana, ia berhasil mengumpulkan dana hingga miliaran rupiah untuk membangun sekolah di wilayah Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dikenal sebagai kreator yang kerap bereksperimen dengan media lukis yang unik, Erika memanfaatkan platform digitalnya untuk membawa perubahan sosial. 

Menginspirasi Lewat Seni dan Platform Digital

Bagi Erika, menjadi kreator bukan sekadar menghasilkan karya yang indah. Ia memaknai perannya sebagai medium untuk berbagi dan menginspirasi. Melalui konten yang menggabungkan storytelling dan visual, ia mengajak anak muda untuk lebih mengenal seni, sejarah, serta kekayaan budaya Indonesia.

“Kalau dulu di era Kartini menggunakan buku dan mengajar secara langsung, di era digital ini aku menggunakan platform untuk berbagi inspirasi,” ungkapnya dalam wawancara bersama Fimela.

Dari Aksi Kecil ke Mimpi Besar: Membangun Sekolah

Perjalanan Erika dalam dunia sosial berawal dari langkah sederhana. Ketika Ia dan timnya rutin melakukan kegiatan berbagi di panti asuhan, yayasan anak dengan kanker, hingga panti jompo. Dari pengalaman tersebut, kemudian muncul keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dan berkelanjutan.

Jika sebelumnya hanya sebatas kunjungan dan kegiatan sementara, Erika mulai berpikir untuk menciptakan dampak jangka panjang yang benar-benar bisa dirasakan. Dari sinilah ide membangun sekolah perlahan tumbuh.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia memilih wilayah Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), karena melihat masih adanya keterbatasan fasilitas pendidikan di daerah tersebut. Bahkan, dalam beberapa kondisi, bangunan sekolah belum layak digunakan, terutama saat cuaca buruk.

Yang membuat proyek ini semakin menarik adalah pendekatan yang digunakan. Erika memilih konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan ecobrick, bata dari sampah plastik yang disusun menyerupai lego. Selain menjadi solusi inovatif untuk pembangunan, penggunaan ecobrick juga membawa pesan penting tentang keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Ia juga mengakui bahwa langkah ini tidak lepas dari pengaruh sang kekasih, Jerhemy Owen, yang kerap membagikan konten seputar sustainability. Dari situlah, Erika semakin terdorong untuk menggabungkan isu pendidikan dengan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu gerakan nyata.

Hingga kini, bersama organisasi Happy Hearts Indonesia, Erika telah berhasil membangun tiga sekolah, yaitu PAUD Efata di Sumba, TK Maca Pasir Putih di Lombok Timur, dan KB Anak Soleh di Lombok Utara. Namun, langkahnya tidak berhenti sampai di sini. Dengan semangat yang terus tumbuh, ia bersama Owen, sang kekasih, memiliki mimpi besar untuk membangun hingga 100 sekolah sepanjang hidupnya, sebuah visi yang mencerminkan komitmennya dalam menciptakan perubahan nyata bagi generasi masa depan.

Haru di Balik Penggalangan Dana

Salah satu momen paling membekas bagi Erika justru terjadi saat proses penggalangan dana. Awalnya, ia mengira hal ini akan menjadi tantangan terbesar. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Dalam waktu singkat, ratusan juta hingga miliaran rupiah berhasil terkumpul dari masyarakat. Banyak kisah mengharukan datang dari para donatur, mulai dari individu hingga pengusaha yang tergerak untuk ikut berkontribusi.

“Kesusahan itu justru menjadi sesuatu yang membahagiakan,” ceritanya.

Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama dari sisi finansial dan keberlanjutan sekolah. Erika tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan, manajemen sekolah, serta kesejahteraan para guru tetap terjaga.

Bukan Hanya Sekadar Bangunan, Ini Tentang Masa Depan

Dampak dari pembangunan sekolah ini pun terasa nyata. Jumlah siswa meningkat dan anak-anak menjadi lebih semangat belajar. Melalui akun YouTube pribadinya, Erika juga membagikan momen saat ia terlibat langsung sebagai pengajar, mulai dari mengajarkan menggambar hingga berhitung. 

Baginya, pendidikan merupakan isu krusial di Indonesia, terutama di wilayah yang belum mendapatkan akses merata. Ia percaya bahwa anak-anak yang mendapatkan pendidikan layak hari ini dapat menjadi agen perubahan di masa depan.

“Anak-anak ini yang nantinya bisa membuat Indonesia jadi lebih baik, bahkan dunia,” ujarnya penuh harap.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Annisa Kharisma Dewi

    Author

    Annisa Kharisma Dewi
  • Anisha Saktian Putri

    Editor

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|