Kartini Era Kini: Maudy Ayunda, Perempuan Menginspirasi Lewat Pendidikan dan Karya

9 hours ago 6

Fimela.com, Jakarta - Kiprah Raden Ajeng Kartini paling dikenal karena mengedepankan emansipasi perempuan, terutama dalam hal pendidikan. Kartini percaya bahwa perempuan berhak mendapatkan akses belajar yang sama seperti laki-laki—sebuah gagasan progresif di zamannya. Ia bahkan mendirikan sekolah bagi perempuan agar mereka bisa berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Semangat inilah yang terasa hidup kembali dalam sosok Maudy Ayunda. Meski kini perempuan lebih mudah mendapatkan pendidikan, Maudy tetap menyuarakan pentingnya pendidikan. 

Di tengah popularitasnya sebagai publik figur, Maudy Ayunda memanfaatkan pengaruhnya untuk menggaungkan pentingnya pendidikan. Ia bukan hanya berbicara, tetapi juga memberi contoh nyata melalui pencapaiannya di dunia akademik dengan gelar B.A., M.A., hingga M.B.A. yang berhasil ia raih.

Maudy juga dikenal sebagai salah satu artis yang aktif menyuarakan isu pendidikan. Ia kerap mendorong generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan diri, menjadikan platform yang dimilikinya sebagai ruang untuk menyebarkan nilai positif—sejalan dengan semangat Kartini dalam membuka akses pengetahuan bagi perempuan.

Terkenal Sejak Kecil, Fokus Pendidikan, dan Berdampak Bagi Masyarakat

Nama Maudy Ayunda sudah dikenal publik sejak usia dini. Ia memulai kariernya di industri hiburan lewat film Untuk Rena pada 2005, saat usianya baru 11 tahun. Sejak itu, Maudy terus mengasah kemampuannya di dunia akting dengan membintangi berbagai film populer seperti Perahu Kertas, Sang Pemimpi, Rumah Tanpa Jendela, Tendangan dari Langit, hingga Malaikat Tanpa Sayap.

Namanya semakin bersinar setelah menjadi pemeran utama dalam film Perahu Kertas (2012), yang juga membuka jalan bagi karier musiknya. Lagu tema berjudul sama yang ia bawakan sukses menarik perhatian dan bahkan mengantarkannya meraih penghargaan di ajang Piala Maya untuk kategori Lagu Tema Terpilih.

Di tengah kesibukannya sebagai publik figur, Maudy tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Lahir di Jakarta pada 19 Desember 1994, ia melanjutkan pendidikan di kampus impian banyak orang. 

Nama Maudy tercatat sebagau mahasiswi University of Oxford jurusan Philosophy, Politics, and Economics (PPE). Lulus pada 2016 dengan predikat cum laude dan meraih gelar Bachelor of Arts (B.A.). Masih ingin mengasah kemampuannya dan haus akan ilmu, Maudy melanjutkan studi ke Stanford University.

Ia mengambil program Joint Degree yang memungkinkannya meraih dua gelar sekaligus, yaitu Master of Business Administration (M.B.A.) dan Master of Arts (M.A.). Keputusan ini semakin memperkuat citranya sebagai sosok yang menjunjung tinggi pendidikan.

Mendirikan Platform Pendidikan

Tak hanya memperkaya diri sendiri dengan ilmu, Maudy juga ingin berbagi dampak bagi generasi muda. Ia mendirikan Maudy Ayunda Foundation yang menghadirkan program beasiswa dan mentorship.

Melalui platform ini, Maudy menawarkan dua jenis beasiswa: Tuition Scholarship, untuk membantu biaya kuliah dan kebutuhan akademik dan Project Scholarship, untuk mendukung proyek yang membawa dampak positif bagi masyarakat. 

Selain itu, program mentorship yang dihadirkan memungkinkan peserta terpilih mendapatkan bimbingan langsung dari Maudy, belajar dari pembicara inspiratif, serta menjadi bagian dari komunitas yang berorientasi pada perubahan. Menariknya, program ini tidak dipungut biaya dan terbuka bagi mahasiswa aktif S1.

Inspirasi di balik program ini pun cukup personal. Dalam media sosial, Maudy mengaku saat masa kuliah dulu, ia berharap memiliki sosok mentor untuk berdiskusi dan bertukar pikiran. Dari pengalaman tersebut, ia terdorong untuk menjadi “go-to person” bagi generasi muda yang sedang mencari arah.

Komitmen Maudy terhadap pendidikan juga diwujudkan secara nyata. Ia berkolaborasi dengan Teach First Indonesia dengan mengajar langsung di sekolah dasar di Serang, Banten. Bersama 15 guru muda, ia turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi ketimpangan akses belajar.  Teach First Indonesia (TFI) merupakan organisasi nirlaba yang berfokus mengembangkan pemimpin masa depan untuk mentransformasi sistem pendidikan Indonesia. 

Perempuan Multiperan, Dari Istri hingga Business Woman Berdaya

Di balik kesibukannya di dunia pendidikan dan hiburan, Maudy Ayunda juga menjalani peran penting dalam kehidupan pribadinya sebagai seorang istri. Ia resmi menikah dengan Jesse Choi, pria berdarah Korea Selatan berkebangsaan Amerika Serikat, pada 22 Mei 2022. Pernikahan ini menjadi babak baru dalam hidup Maudy yang semakin menunjukkan keseimbangan antara karier dan kehidupan personal.

Setelah menikah, Maudy tak berhenti berkarya. Ia justru memperluas perannya sebagai seorang business woman dengan mendirikan brand skincare lokal bernama From This Island pada November 2023. Bersama sahabatnya, Patricia Davina, Maudy menghadirkan produk perawatan wajah yang mengangkat kekayaan bahan alami Indonesia sebagai kandungan utama.

Sebagai co-founder, Maudy terlibat langsung dalam pengembangan produk. Bahkan, ia mempelajari formulasi skincare selama hampir dua tahun sebelum akhirnya meluncurkan brand ini. Ilmu yang ia dapatkan dari gelar MBA pun ia terapkan secara nyata dalam membangun bisnis yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga memiliki nilai.

Lebih dari Sekadar Bisnis

Menariknya, From This Island tidak hanya berfokus pada keuntungan semata. Brand ini membawa misi besar yang berakar pada kepedulian terhadap lingkungan dan komunitas lokal. Dengan semangat “caring for the places and people behind our inspiration”, Maudy ingin memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan juga memberi dampak positif.

Mereka aktif mendukung konservasi dan reforestasi di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Papua, dan Sumatra, terutama untuk menjaga keseimbangan ekosistem tanaman lokal seperti illipe dan buah merah Papua. Selain itu, brand ini juga berupaya memberdayakan komunitas lokal melalui kolaborasi, partisipasi inklusif, serta program peningkatan kapasitas.

Tak hanya itu, From This Island juga mendorong edukasi keberlanjutan bagi generasi masa depan. Melalui berbagai program, mereka membantu menyediakan akses terhadap buku, pengetahuan lingkungan, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga bumi sejak dini.

Deretan Prestasi Maudy Ayunda

Maudy Ayunda meraih berbagai pencapaian yang diraih semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perempuan inspiratif Indonesia.

Salah satu tonggak penting dalam karier Maudy adalah saat ia dipercaya sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia. Penunjukan ini diumumkan oleh Johnny G. Plate. Peran tersebut menunjukkan kepercayaan besar pemerintah terhadap kemampuan komunikasi dan wawasan global Maudy, sekaligus memperluas pengaruhnya di ranah internasional.

Pada 2021, Maudy Ayunda juga masuk dalam daftar bergengsi Forbes Asia 30 Under 30. Penghargaan ini diberikan kepada anak muda berprestasi di bawah usia 30 tahun yang dinilai sukses dan membawa dampak di bidangnya.

Tak hanya di G20, Maudy juga dipercaya untuk tampil dalam forum global seperti ASEAN Summit 2025. Dalam sesi bertema “ASEAN Must Inspire the Next Gen”, ia berbagi pandangan tentang pentingnya peran generasi muda dalam membangun masa depan kawasan.

Dedikasi dan kontribusi Maudy juga mendapat apresiasi di dalam negeri. Ia meraih penghargaan Fimela Award Women of the Year, yang diberikan kepada perempuan inspiratif dengan pengaruh positif di masyarakat.

Selain itu, Maudy juga dipercaya menjadi brand ambassador untuk berbagai brand ternama. Hal ini mencerminkan citranya yang positif, cerdas, dan berkelas, sehingga relevan dengan banyak nilai brand yang ingin disampaikan ke publik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Anisha Saktian Putri

    Author

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|