ringkasan
- Tradwife adalah istilah untuk perempuan yang memilih menganut peran gender tradisional dalam pernikahan, berfokus pada rumah tangga dan mendukung suami sebagai pencari nafkah utama.
- Fenomena tradwife mulai populer di media sosial sekitar tahun 2018, berakar dari forum anti-feminis, dan dipopulerkan oleh berbagai influencer yang menampilkan gaya hidup tradisional.
- Gaya hidup tradwife menuai kontroversi karena dianggap mengikis kesetaraan gender, menimbulkan ketergantungan finansial, serta dikaitkan dengan ideologi ultraconservative.
Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, istilah “tradwife” kini semakin sering terdengar, terutama di berbagai platform media sosial. Fenomena ini merujuk pada sebuah gaya hidup dan keyakinan tertentu mengenai peran perempuan dalam pernikahan dan keluarga. Konsep ini menarik perhatian banyak pihak, memicu diskusi luas mengenai peran gender di era modern.
Istilah ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan representasi dari pandangan yang menganut kembali peran tradisional perempuan dalam rumah tangga. Para penganut gaya hidup ini percaya pada pembagian tugas yang jelas antara suami sebagai pencari nafkah dan istri sebagai pengelola rumah tangga. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang relevansinya di tengah kemajuan kesetaraan gender.
Meskipun konsep istri tradisional sudah ada sejak lama, istilah “tradwife” sendiri adalah fenomena sosial media yang relatif baru. Kemunculannya yang masif di platform digital telah membawa perdebatan ini ke ranah publik yang lebih luas, mengundang berbagai perspektif dan kritik dari berbagai kalangan.
Apa Itu Tradwife: Mengurai Makna dan Perannya
Istilah “tradwife” merupakan gabungan dari kata “traditional” (tradisional) dan “wife” (istri), yang secara harfiah berarti istri tradisional. Ini merujuk pada seorang wanita yang memilih untuk menganut dan mempraktikkan peran gender tradisional dalam pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Konsep ini menekankan pada peran domestik perempuan sebagai prioritas utama.
Menurut Wikipedia, “A tradwife is a woman who believes in and practices traditional gender roles and marriages.” Definisi ini diperkuat oleh Parents.com yang menyatakan bahwa “a tradwife refers to a married woman who embraces traditional gender roles, particularly focusing on homemaking and supporting her husband by raising the kids, cooking, and keeping the house clean, while he serves as the primary breadwinner.”
Ciri-ciri utama dari seorang tradwife meliputi fokus pada rumah tangga, di mana mereka mengambil peran sebagai ibu rumah tangga penuh waktu, mengurus rumah, memasak, membersihkan, dan merawat anak-anak. Mereka meyakini bahwa laki-laki adalah pencari nafkah utama dan kepala rumah tangga, sementara perempuan berfokus pada urusan domestik. Seringkali, gaya hidup ini menampilkan estetika yang mengingatkan pada citra ibu rumah tangga tahun 1950-an, lengkap dengan pakaian dan gaya hidup yang serba rapi dan teratur. Beberapa tradwife bahkan secara eksplisit menyatakan keyakinan mereka untuk tunduk dan melayani suami serta keluarga mereka sebagai bentuk pengabdian.
Sejarah dan Evolusi Istilah Tradwife di Era Digital
Meskipun konsep istri tradisional telah ada sepanjang sejarah peradaban, istilah “tradwife” sebagai fenomena sosial media modern relatif baru. Pencarian daring untuk istilah ini mulai meningkat popularitasnya sekitar pertengahan tahun 2018 dan mengalami peningkatan signifikan di awal tahun 2020-an, seiring dengan semakin masifnya penggunaan media sosial.
Akar istilah ini dapat ditelusuri kembali ke halaman Reddit anti-feminis bernama “Red Pill Women” yang didirikan pada tahun 2013. Forum ini menjadi wadah bagi diskusi dan promosi ide-ide yang menekankan peran tradisional gender. Salah satu tokoh awal yang terkait dengan gerakan ini adalah Alena Kate Pettitt, yang menjadi terkenal setelah wawancara dengan BBC pada tahun 2020, di mana ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk melayani suaminya.
Gerakan tradwife sebagian besar merupakan subkultur berbasis media sosial, yang menonjol di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Para kreator konten seperti Nara Smith dan Hannah Neeleman dari Ballerina Farm sering dikaitkan dengan tren ini, menampilkan gaya hidup ideal yang serba rapi dan harmonis. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ide tradwife sebagian lahir dari perasaan perempuan yang merasa tidak terwakili oleh gelombang keempat feminisme, atau sebagai gerakan kontra-budaya terhadap konsep “girlboss” yang mendorong perempuan untuk berkarir. Menariknya, meskipun tradwife mengadvokasi peran di rumah, banyak influencer tradwife justru menghasilkan keuntungan finansial melalui pembuatan konten media sosial, yang menimbulkan paradoks dengan ideal “tidak bekerja” secara konvensional.
Kontroversi Seputar Gaya Hidup Tradwife
Gerakan tradwife seringkali menjadi subjek kontroversi dan kritik yang tajam dari berbagai pihak. Banyak yang memandang gerakan ini sebagai upaya untuk merusak kemajuan signifikan yang telah dicapai perempuan menuju kesetaraan gender, bahkan dianggap sebagai langkah mundur dan anti-feminis. Kritik ini berargumen bahwa penekanan pada peran domestik semata dapat membatasi potensi perempuan di luar rumah tangga.
Kekhawatiran lain muncul mengenai potensi kerentanan finansial bagi perempuan yang sepenuhnya bergantung pada suami mereka. Tanpa memiliki riwayat pekerjaan atau akses keuangan sendiri, mereka bisa menghadapi kesulitan jika terjadi perubahan dalam kondisi pernikahan atau ekonomi keluarga. Ini menjadi poin penting dalam perdebatan mengenai pilihan atau subordinasi.
Meskipun banyak tradwife menyangkal agenda politik, gerakan ini dituduh mempromosikan ideologi ultraconservative, alt-right, supremasi kulit putih, dan misogini. Hal ini karena nilai-nilai tradisional yang diusungnya seringkali terhubung dengan ide-ide tersebut dalam konteks gerakan yang lebih luas. Perdebatan utama berkisar pada apakah gaya hidup tradwife adalah pilihan yang benar-benar bebas dari seorang individu, atau justru glorifikasi dari subordinasi perempuan yang dapat merugikan kemajuan sosial.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.
Lifestyle7 Cara Rumah Kecil dengan Konsep Open Plan Tampak Lebih Lapang, Estetik Maksimal
Cari tahu tujuh metode efektif agar rumah kecil Anda dengan desain open plan tampak lebih luas. Kunci utamanya terletak pada pemilihan warna, furnitur, dan pencahayaan yang tepat!
Lifestyle9 Model Rumah 4x6 Meter dengan Konsep Split Level, Hunian Minimalis Terasa Luas
Berikut adalah 9 ide desain interior untuk rumah kecil berukuran 4x6 meter dengan konsep split level yang menarik dan elegan, mengoptimalkan ruang vertikal serta pencahayaan alami untuk menciptakan suasana yang luas dan nyaman.
LifestyleLunch Hack: Rahasia Pekerja Hemat dengan Bekal Harian
Membawa bekal bukan sekadar soal kesehatan, tapi juga strategi finansial yang mampu menghemat hingga jutaan rupiah per bulan. Temukan rahasia pekerja hemat dengan lunch hack ala bekal harian yang kini menjadi gaya hidup generasi modern.
Lifestyle10 Trik Mendesain Rumah 5x7 Meter di Perkotaan, Ciptakan Hunian Kecil Anti Sumpek
Kini, impian untuk memiliki rumah yang nyaman di lahan perkotaan yang terbatas bisa terwujud. Berikut 10 tips mendesain rumah 5x7 meter untuk pasangan muda agar tetap fungsional dan menarik.
Lifestyle10 Inspirasi Rumah Kecil 6x9 Meter Kombinasi Batako dan Kayu, Hunian Asri Hemat Biaya
Berikut adalah 10 ide desain rumah berukuran 6x9 meter yang memadukan batako dan kayu, menonjolkan kekuatan, keindahan alami, serta kenyamanan untuk hunian yang ramah lingkungan dan ekonomis.