Romanticizing Life, Cara Menikmati Rutinitas agar Hidup Terasa Lebih Bermakna

10 hours ago 4

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernah merasa hari-hari berjalan begitu saja? Bangun, bekerja atau kuliah, makan, menyelesaikan berbagai tugas, lalu tidur. Besoknya, rutinitas yang sama kembali dilakukan. Tanpa disadari, kita terkadang terlalu sibuk menunggu sesuatu yang besar untuk merasa bahagia. Di sinilah konsep romanticizing life bisa menjadi cara menikmati hidup dari sudut pandang berbeda. Bukan berarti harus membuat hidup terlihat sempurna seperti di media sosial, melainkan belajar menikmati hal-hal kecil yang sebenarnya sudah ada dalam keseharian.

Dilansir dari Psychology Today, kebahagiaan tidak hanya datang dari pencapaian besar. Momen kecil yang menyenangkan atau micro-joys, seperti menikmati secangkir kopi, berjalan sebentar di bawah sinar matahari, atau mendapatkan pesan hangat dari teman, dapat memberikan dorongan positif dalam keseharian. Ketika momen-momen kecil tersebut sering terjadi, efek positifnya juga dapat terakumulasi. 

Sahabat Fimela, romanticizing life tidak harus dimulai dengan membeli barang baru, pergi ke tempat estetik, atau membuat rutinitas yang terlihat sempurna. Kamu bisa memulainya dari hal yang sangat sederhana. Misalnya, menikmati kopi pagi tanpa terburu-buru, menyalakan playlist favorit ketika bersiap, merapikan tempat tidur sambil membuka jendela, atau meluangkan beberapa menit untuk menikmati suasana sore. Dari sini, kamu juga bisa belajar menikmati rutinitas tanpa merasa harus selalu mencari sesuatu yang baru. 

Kuncinya adalah memberikan perhatian pada momen tersebut, bukan sekadar melewatinya. Ketika mulai menyadari hal-hal kecil yang menyenangkan, rutinitas yang sebelumnya terasa biasa saja bisa terasa sedikit lebih spesial.

Buat Rutinitas Terasa Lebih Menyenangkan

Sahabat Fimela, romanticizing life bukan berarti setiap hari harus dibuat seperti adegan film. Justru, konsep ini bisa diterapkan dengan cara yang sangat realistis. Coba lihat rutinitas yang selama ini terasa membosankan, lalu pikirkan satu hal kecil yang bisa membuatnya lebih menyenangkan.

Misalnya, jika pagi hari selalu terasa terburu-buru, siapkan outfit dan tas pada malam sebelumnya agar kamu punya sedikit waktu untuk menikmati sarapan. Kalau perjalanan menuju kantor atau kampus terasa monoton, gunakan waktu tersebut untuk mendengarkan playlist favorit, podcast, atau audiobook yang menarik.

Rutinitas membersihkan kamar juga bisa dibuat lebih menyenangkan. Putar musik yang kamu suka, buka jendela agar udara masuk, lalu selesaikan pekerjaan sedikit demi sedikit. Aktivitas sederhana yang biasanya terasa seperti kewajiban pun bisa berubah menjadi waktu untuk diri sendiri.

Kamu juga bisa membuat ritual kecil yang hanya dilakukan untuk membuat hari terasa lebih nyaman. Contohnya, membuat minuman favorit setelah menyelesaikan pekerjaan, menggunakan body lotion dengan aroma yang disukai sebelum tidur, atau membaca beberapa halaman buku sebelum mematikan lampu.

Yang penting, pilih aktivitas yang benar-benar kamu nikmati, bukan sesuatu yang dilakukan hanya karena terlihat aesthetic di media sosial. Romanticizing life seharusnya membuat hidup terasa lebih personal, bukan justru menjadi standar baru yang harus dipenuhi.

Tidak perlu menunggu akhir pekan atau liburan untuk menikmati hidup. Bahkan di tengah hari yang sibuk, kamu tetap bisa menyisipkan beberapa menit untuk melakukan sesuatu yang membuatmu merasa nyaman.

Dengan begitu, rutinitas tidak lagi hanya dianggap sebagai daftar kewajiban yang harus diselesaikan. Ada momen kecil di dalamnya yang bisa dinikmati.

Romanticizing Life Bukan tentang Membuat Hidup Terlihat Sempurna

Ketika membicarakan romanticizing life, media sosial memang sering ikut muncul dalam bayangan. Kopi cantik, kamar rapi, outfit menarik, sunset, hingga rutinitas pagi yang terlihat sempurna. Tidak ada yang salah dengan menikmati atau membagikan hal-hal tersebut, tetapi jangan sampai kita merasa harus menciptakan kehidupan yang aesthetic agar bisa merasa bahagia.

Romanticizing life sebenarnya bisa dilakukan tanpa kamera. Ketika sedang menikmati makanan favorit, misalnya, coba fokus pada rasa dan suasananya daripada langsung mengambil foto. Saat berjalan pulang dan melihat langit yang indah, tidak masalah jika momen tersebut hanya menjadi sesuatu yang kamu simpan sendiri.

Kamu juga bisa mencoba membuat gratitude list sederhana. Sebelum tidur, tuliskan satu sampai tiga hal kecil yang kamu syukuri hari itu. Tidak harus sesuatu yang besar. Bisa berupa makanan yang enak, pekerjaan yang selesai tepat waktu, obrolan singkat dengan teman, tempat tidur yang nyaman, atau cuaca yang menyenangkan.

Selain itu, beri dirimu izin untuk menikmati hari yang biasa-biasa saja. Tidak setiap hari harus produktif, penuh pencapaian, atau memiliki cerita menarik. Ada kalanya hari hanya diisi dengan pekerjaan, makan, istirahat, dan rutinitas sederhana. Itu juga bagian dari kehidupan.

Jadi, tidak perlu menunggu hidup menjadi lebih menarik untuk menikmatinya. Bisa jadi, kebahagiaan yang dicari justru sudah ada dalam secangkir kopi pagi, lagu favorit, perjalanan pulang, atau momen tenang sebelum tidur.

Penulis: Revania Immanuela

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Revania Immanuela
  • Vinsensia Dianawanti

    Editor

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|