Rutinitas Mencuci Pakaian Ternyata Bisa Jadi Aksi Cinta Lingkungan, Penasaran Gimana Caranya?

9 hours ago 4

Fimela.com, Jakarta - Belakangan ini, gaya hidup sustainable terasa semakin dekat dengan keseharian perempuan modern. Nggak harus dimulai dari hal besar, tapi kebiasaan kecil seperti membawa tas belanja sendiri, memilih produk yang lebih ramah lingkungan, sampai mulai memilah sampah di rumah. Hal-hal sederhana ini kini terasa seperti bagian dari self-care, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk bumi.

Menariknya, salah satu aktivitas domestik yang paling rutin dilakukan seperti mencuci pakaian ternyata juga bisa jadi bagian dari aksi peduli lingkungan. Dan disinilah perempuan sering kali memiliki peran sebagai pengambil keputusan utama dalam rumah tangga, seperti memilih produk yang tepat untuk kebutuhan rumah tangga hingga bagaimana memperlakukan sampah yang ternyata dapat menjadi cara untuk menjaga dan menyayangi bumi dari rumah. 

Kesadaran ini pula yang mendorong SoSoft, merek detergen berbahan aktif tumbuhan dari WINGS Care, menghadirkan kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi. Kampanye ini mengajak masyarakat memulai aksi ramah lingkungan dari kebiasaan sehari-hari yang paling dekat, yaitu mencuci.

“Melalui kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi, SoSoft ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bumi bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari kegiatan domestik seperti mencuci. SoSoft percaya bahwa pilihan sederhana seperti menggunakan detergen berbahan aktif tumbuhan dan mendaur ulang kemasan bisa membawa dampak besar bagi masa depan lingkungan kita,” ujar Anastasia Pamela, Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia.

Dua Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan dari Rumah

Melalui kampanye ini, SoSoft mendorong masyarakat melakukan dua aksi mudah yang disebut sebagai “Aksi Untuk Bumi”. Kamu bisa mengikutinya dua langkah ini dengan mudah, antara lain: 

1. Pilih detergen berbahan tumbuhan

Mulai dari hal paling dekat, yakni memilih detergen berbahan aktif tumbuhan, seperti SoSoft, dengan formula yang mudah terurai dan bebas SLS, sehingga lebih ramah bagi lingkungan sekaligus aman digunakan sehari-hari.

2. Daur ulang kemasan setelah digunakan

Biasakan memilah sampah sesuai jenisnya, lalu menyetorkan kemasan plastik ke fasilitas daur ulang terdekat seperti waste station atau bank sampah. Langkah kecil ini membantu memastikan kemasan tidak berakhir sebagai limbah, tetapi bisa diproses kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kolaborasi Nyata: Hadirkan Waste Station di Bandung Barat

Demi memudahkan masyarakat dalam melakukan daur ulang, SoSoft bekerja sama dengan Rekosistem, perusahaan rintisan pengelola sampah berbasis teknologi. Kolaborasi ini diwujudkan melalui peresmian Rekosistem X SoSoft Waste Station di kompleks Sekolah Al-Irsyad Satya Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Lokasi ini dipilih karena strategis dan mudah dijangkau warga sekitar Kota Baru Parahyangan, sehingga diharapkan dapat mendorong partisipasi rutin masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

“Kami menyambut baik kehadiran waste station hasil kolaborasi SoSoft dan Rekosistem di kawasan Kota Baru Parahyangan. Fasilitas ini sejalan dengan komitmen kami dalam menyediakan lingkungan yang mendukung gaya hidup berkelanjutan bagi warga. Dengan lokasi yang mudah diakses, kami berharap inisiatif ini dapat mendorong partisipasi aktif warga KBP dan sekitarnya untuk memilah sampah dari rumah,” ujar Zaenudin selaku Asisten Manager Sanitasi dan Transportasi Kota Baru Parahyangan.

Kehadiran fasilitas ini juga sejalan dengan upaya kawasan tersebut dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan bagi warganya. Dengan akses yang mudah, masyarakat tidak perlu lagi bingung harus membuang kemasan plastik ke mana setelah dipilah.

Waste station ini menargetkan pengumpulan hingga 16 ton sampah rumah tangga dalam satu tahun, yang kemudian akan diproses menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.

Daur Ulang Jadi Lebih Menarik dengan Sistem Poin

Menariknya, aksi peduli lingkungan ini juga disertai insentif. SoSoft bersama Rekosistem memberikan poin bagi masyarakat yang menyetorkan kemasan kosong SoSoft melalui jaringan waste station dan aplikasi Rekosistem.

Setiap jenis kemasan memiliki nilai poin berbeda:

Botol kosong: 100 Rekopoin

Pouch ukuran 360 ml dan 700 ml: 50 Rekopoin

Sachet ukuran 40 ml: 5 Rekopoin

Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai keuntungan melalui aplikasi Rekosistem. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus membuat kebiasaan daur ulang terasa lebih menyenangkan.

“Kami mengapresiasi inisiatif SoSoft yang menghadirkan komitmen keberlanjutan melalui aksi nyata. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari mencuci pakaian hingga pengelolaan sampah kemasan secara bertanggung jawab. Kami berharap kampanye ini dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian bumi,” ujar Ernest Layman, CEO & Co-Founder Rekosistem.

Komitmen Jangka Panjang untuk Lingkungan

Kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi tidak berhenti di satu lokasi saja. Ke depan, SoSoft berencana menghadirkan waste station serupa di berbagai kota di Indonesia agar semakin banyak masyarakat dapat terlibat.

Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Yayasan WINGS Peduli melalui kampanye #PilahDariSekarang yang bertujuan mengurangi sampah dari sumbernya. Upaya ini menjadi bagian dari visi perusahaan untuk menghadirkan kebaikan yang dapat dijangkau seluruh masyarakat dan mendukung kehidupan yang lebih baik.

Detergen Berbahan Tumbuhan yang Aman untuk Keluarga

Selain mendorong perubahan perilaku, SoSoft juga menghadirkan produk detergen cair berbahan aktif tumbuhan dengan formula Botaniblend. Produk ini diklaim mampu membersihkan noda secara optimal sekaligus menjaga kelembutan tangan.

SoSoft telah teruji secara dermatologis, bebas SLS, klorin, dan paraben, sehingga aman bahkan untuk kulit sensitif. Varian aromanya pun beragam, mulai dari Rose & Waterlily, Sakura Blossom, Freesia & Pear, Sweet Peony dengan softener alami Aloe Vera, hingga Floral Lily dengan natural anti bau Tea Tree.

Perempuan, Rumah, dan Masa Depan Bumi

Dalam banyak keluarga, perempuan sering menjadi pengambil keputusan terkait kebutuhan rumah tangga, termasuk produk kebersihan dan pengelolaan sampah. Karena itu, perubahan kecil yang dilakukan di rumah sebenarnya bisa membawa dampak besar bagi lingkungan.

Mulai dari memilih produk yang lebih ramah bumi hingga membiasakan keluarga memilah sampah, semua langkah tersebut berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.

Pada akhirnya, menjaga bumi tidak selalu harus melalui aksi besar. Justru dari rutinitas sederhana sehari-hari seperti mencuci pakaian,  perempuan bisa mengambil peran penting dalam menciptakan perubahan. Selalu ingat ya Sahabat Fimela, bumi yang lebih baik selalu dimulai dari rumah! 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Wuri Anggarini
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|