7 Rekomendasi Bacaan Penuh Makna di Bulan Ramadan

18 hours ago 6

Fimela.com, Jakarta - Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Ritme hidup melambat, hati terasa lebih peka, dan ada dorongan kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Di tengah waktu sahur yang hening atau selepas tarawih yang menenangkan, membaca bisa menjadi salah satu cara paling sederhana namun bermakna untuk mengisi jiwa. Buku yang tepat bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu kita merenung, memperbaiki niat, dan memperdalam hubungan dengan Allah.

Memilih bacaan selama Ramadan sebaiknya tidak sekadar mengikuti tren, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan batin. Ada buku yang menguatkan iman, ada yang mengajak refleksi diri, dan ada pula yang membantu memperbaiki kualitas ibadah sehari-hari. Tujuh rekomendasi berikut dipilih untuk menemani perjalanan spiritualmu selama bulan suci, agar setiap halaman yang dibaca terasa relevan, menenangkan, dan membawa dampak nyata dalam kehidupan.

1. Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

Buku berjudul Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya ini bisa menjadi salah satu buku yang membantu kita untuk lebih memahami diri sendiri sekaligus kehidupan yang kita jalani. Melalui buku ini, kita akan diajak untuk menyelami ragam makna terkait surat ajaib hingga kembali menjadi ombak. Bahkan kita akan diajak untuk menelusuri keinginan menarik dari seorang pasien perempuan yang mengutarakan keinginannya untuk menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya.

2. Blooming Gracefully

Saat membaca Blooming Gracefully, kamu akan merasa seperti mendapatkan pelukan hangat dari seorang sahabat yang sangat peduli denganmu. Setiap halaman memberikan rasa tenang dan penuh pengertian, seakan penulis tahu persis apa yang sedang kamu rasakan. Buku ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga semangat untuk terus berjalan.

Terkadang, ketika kita merasa lelah dan ingin menyerah, kata-kata dalam buku ini mampu memberi kita alasan untuk bangkit lagi dan mencoba satu kali lagi. Rasanya seperti mendapatkan penyemangat hidup yang sangat dibutuhkan, dan itu sangat berharga.

3. Every Word You Cannot Say

Menyayangi diri sendiri dan memaafkan diri sendiri pun bisa menjadi hal yang sangat sulit untuk kita lakukan. Di saat seperti ini, belum terlambat untuk meluangkan waktu sedikit saja untuk diri sendiri. Kita bisa meluangkan waktu untuk mengucapkan atau menyampaikan kata-kata yang lebih baik untuk diri sendiri. Buku Every Word You Cannot Say ini bisa menjadi salah satu buku yang dapat memeluk kita lebih erat dan hangat lagi. Ada kata-kata yang ternyata selama ini sangat kita butuhkan untuk bisa lebih menyayangi diri dan memaafkan diri.

4. As Long As the Lemon Trees Grow

Buah lemon pun menjadi simbol perjuangan yang teguh. Sebuah puisi yang pernah dilihat Salama dalam salah satu demonstrasi peringatan revolusi menjadi penyemangat tersendiri untuk meyakini bahwa perjuangan untuk kedamaian dan kehidupan yang lebih baik akan terus berjalan.

As Long As the Lemon Trees Grow memberi gambaran tentang betapa mengerikannya dampak perang. Sejumlah adegan mengerikan dan kekerasan terkait situasi perang juga disematkan di dalam novel ini. Meskipun begitu, harapan dan cinta kasih menjadi lentera yang membuat kisah di dalam novel ini terasa lebih indah. Kisah Salama dan Kenan menjadi salah satu lentera yang menyala merefleksikan harapan yang masih ada untuk masa depan yang lebih baik di tengah kondisi perang.

5. Menguak Kisah Hebat Para Muslimah Terdahulu

Menghadapi cobaan dan ujian hidup juga selalu menjadi tantangan yang bisa cukup kompleks bagi perempuan. Ketika rasanya kita tak bisa melakukan apa-apa, maka kepada Sang Maha Pencipta-lah kita berserah dan memohon bantuan serta pertolongan. Bahkan di masa-masa paling berat atau bahkan titik terendah hidup, selalu ada cahaya atau lentera yang akan menerangi jalan kita. Kita juga bisa meneladani sosok para muslimah terdahulu yang dalam menghadapi persoalan berat yang kita hadapi. Ada banyak mutiara pesan dan sumber kekuatan yang bisa kita dapatkan dari kisah para muslimah terdahulu dalam menjalani hidup dengan penuh ketakwaan.

6. Dead-End Memories

Bagi Sahabat Fimela yang suka membaca kisah dan cerita pendek dengan tema-tema sentral yang berkaitan dengan cinta, persahabatan, kesepian, kehidupan, perubahan, dan kematian, Dead-End Memories bisa menjadi referensi bacaan yang menarik. Ada kegetiran sekaligus keindahan yang bisa diresapi dari beberapa cerita dalam buku ini. Kita akan merasa terhubung dengan karakter-karakter dalam buku ini yang memiliki pengalaman berbeda tapi seakan-akan kita juga terserap ke dunianya.

7. The Prophet

Kalau ingin referensi buku yang perlu dibaca setidaknya sekali seumur hidup, The Prophet bisa jadi pilihan yang tepat. Karya Kahlil Gibran ini sungguh tak lekang oleh waktu. Memuat kumpulan prosa-puisi, hakikat hidup yang merangkum soal cinta, pekerjaan, rumah, perasaan, kebebasan, waktu, derita, hingga kematian menghadirkan sudut pandang yang lebih luas.

Terbit pertama kali tahun 1923, The Prophet masih sering dijadikan rujukan untuk menyelami berbagai makna filosofis soal kehidupan yang kita jalani dan semesta yang kita huni. Bahasa indah nan puitis memberi pengalaman membaca yang sangat berkesan. Inspiratif sekaligus menggugah. Serta, bisa membangkitkan interpretasi berbeda saat kita membaca narasi yang sama di waktu yang berbeda.

Ramadan adalah kesempatan berharga yang datang setahun sekali. Jangan biarkan ia berlalu tanpa jejak yang berarti. Dengan memilih bacaan yang tepat, kamu bukan hanya mengisi waktu, tetapi juga menanam benih perubahan dalam diri.

Semoga tujuh rekomendasi ini bisa menjadi teman perjalanan yang setia, memperkaya hati, dan membuat Ramadanmu tahun ini terasa lebih dalam, lebih sadar, dan lebih bermakna.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|