Terungkap! 5 Hal yang Bikin Ratu Elizabeth II Kesal pada Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle

3 weeks ago 13

ringkasan

  • Ratu Elizabeth II dilaporkan kesal dengan beberapa aspek pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle, termasuk gaun pengantin yang dianggap "terlalu putih" dan penggunaan kerudung oleh Meghan.
  • Kekesalan Ratu juga mencakup daftar tamu yang dianggap "acak" serta kurangnya keterlibatannya dalam perencanaan pernikahan dan sikap Pangeran Harry.
  • Informasi mengenai kekesalan Ratu ini baru terungkap ke publik melalui laporan dan buku dari orang-orang terdekatnya, terutama setelah Ratu meninggal dunia.

Fimela.com, Jakarta Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle pada Mei 2018 menjadi sorotan dunia dengan segala kemegahannya. Namun, di balik perayaan megah itu, terkuak kekesalan Ratu Elizabeth II pada pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Informasi ini baru mencuat ke publik melalui laporan dari para pakar kerajaan yang mengutip orang-orang terdekat Ratu.

Berbagai sumber, termasuk biografi dan orang terdekat Ratu, mengungkap detail ketidaksetujuan Sang Ratu terhadap beberapa aspek. Hal ini memicu rasa penasaran publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar istana. Kekesalan ini meliputi beberapa aspek penting dari acara sakral tersebut.

Sahabat Fimela, mari kita telusuri lebih dalam mengenai berbagai alasan di balik kekesalan mendiang Ratu Elizabeth II. Dari pilihan gaun pengantin hingga daftar tamu, setiap detail menyimpan cerita tersendiri. Ini memberikan gambaran berbeda tentang salah satu pernikahan kerajaan paling banyak dibicarakan.

Detail Kekesalan Ratu Elizabeth II yang Tersembunyi

Ratu Elizabeth II dilaporkan memiliki beberapa kekesalan mendalam terkait pernikahan cucunya, Pangeran Harry. Salah satu poin utama adalah gaun pengantin Givenchy Meghan Markle yang dianggap "terlalu putih". Menurut Ingrid Seward, seorang biografer kerajaan, Ratu merasa gaun tersebut tidak pantas untuk seorang wanita yang sudah bercerai dan menikah lagi di gereja.

Selain gaun, penggunaan kerudung (veil) oleh Meghan Markle juga menjadi sorotan. Tom Bower melaporkan bahwa Ratu mempertanyakan mengapa Meghan memilih mengenakan kerudung, mengingat itu adalah pernikahan keduanya. Pilihan gaun putih dan kerudung dianggap tidak sesuai dengan tradisi untuk wanita yang sudah bercerai.

Kekesalan lain muncul terkait daftar tamu pernikahan. Ratu dilaporkan "kesal" karena pasangan tersebut mengundang "selebriti acak" alih-alih anggota keluarga kerajaan yang lebih luas, termasuk sepupu-sepupu Harry. Sally Bedell Smith mengutip Ratu yang berkata, "Tapi ini rumah saya – dan saya yang membayarnya," menunjukkan ketidaksetujuan atas pilihan tamu.

Kurangnya keterlibatan Ratu dalam perencanaan pernikahan juga menjadi sumber kekesalan. Lady Elizabeth Anson, sepupu dan perencana pesta kepercayaan Ratu, mengungkapkan bahwa Meghan menolak bantuannya. Harry bahkan dilaporkan bersikap "kasar" kepada Lady Elizabeth Anson selama perselisihan ini, menambah ketidaknyamanan Ratu.

Ratu juga "kesal" ketika Pangeran Harry dan Meghan Markle langsung menemui Uskup Agung Canterbury untuk meminta dinikahkan tanpa berkonsultasi dengan Dekan Windsor terlebih dahulu. Sikap "sombong" Pangeran Harry, baik sebelum maupun sesudah pernikahan, juga sangat merusak hubungan mereka di mata Ratu Elizabeth II.

Mengapa Kekesalan Ini Baru Terungkap ke Publik?

Kekesalan Ratu Elizabeth II ini baru terungkap secara luas sekarang karena informasi tersebut berasal dari sumber-sumber yang dekat dengan Ratu. Lady Elizabeth Anson, misalnya, baru-baru ini membagikan percakapan pribadinya dengan penulis biografi kerajaan seperti Sally Bedell Smith dan Ingrid Seward.

Banyak dari informasi ini muncul dalam buku-buku dan laporan yang diterbitkan setelah pernikahan, bahkan setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada September 2022. Para ahli kerajaan seperti Ingrid Seward dan Tom Bower telah merinci detail ini dalam karya-karya mereka, seringkali berdasarkan percakapan pribadi yang sebelumnya tidak dipublikasikan.

Setelah kematian Ratu, beberapa orang yang dekat dengannya merasa lebih bebas untuk membagikan cerita dan pengamatan mereka. Mereka tidak lagi khawatir akan menyinggung Ratu secara langsung, sehingga memungkinkan detail-detail sensitif ini untuk akhirnya sampai ke telinga publik.

Reaksi Keluarga Kerajaan dan Dampak Jangka Panjang

Secara resmi, keluarga Kerajaan Inggris tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang secara langsung mengonfirmasi atau membantah kekesalan Ratu Elizabeth II terkait pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Namun, ada beberapa tanggapan dan pengamatan yang dapat dikutip dari berbagai peristiwa.

Pada saat pernikahan, Pangeran Charles (sekarang Raja Charles III) memberikan pidato yang "sangat manis" dan "tulus" di resepsi. Ia menyatakan kebanggaannya terhadap Harry dan kebahagiaannya menyambut Meghan ke dalam keluarga kerajaan. Pangeran Charles juga mendampingi Meghan berjalan di altar, menunjukkan dukungan publik.

Putri Eugenie, sepupu Harry, menunjukkan reaksi yang "manis" dan terkesan oleh romansa upacara pernikahan, yang bahkan menjadi viral di TikTok. Ia juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Harry dan Meghan pada saat itu. Namun, reaksi umum keluarga kerajaan selama khotbah Uskup Michael Curry yang bersemangat justru digambarkan sebagai sedikit canggung atau lelah, meskipun ini lebih merupakan reaksi terhadap durasi khotbah.

Meskipun kekesalan Ratu pada pernikahan mungkin tidak langsung terlihat, ketegangan antara Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan dilaporkan meningkat setelah pernikahan. Hal ini terutama setelah keputusan mereka untuk mundur dari tugas kerajaan pada tahun 2020 dan wawancara mereka dengan Oprah Winfrey pada tahun 2021. Ratu Elizabeth II bahkan merasa "dikhianati" oleh tuduhan Harry dan Meghan dalam wawancara Oprah tersebut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|