Fimela.com, Jakarta Sejumlah tren di TikTok viral dan di saat anak mulai terpapar dunia media sosial tanpa bisa menyaring apa yang baik dan tidaknya untuk dilakukan, hal ini bisa merenggut nyawa seseorang. Terbaru tren Blackout Challenge yang terjadi di Inggris.
1. Tren Blackout Challenge
Blackout challenge termasuk dalam deretan tren berbahaya di media sosial yang memicu risiko serius bagi kesehatan. Tantangan ini dapat menyebabkan kekurangan oksigen ke otak atau hipoksia serebral, yang berpotensi memicu kejang, cedera otak, hingga kematian. Menurut Dr. Mary Beth Howard dari Johns Hopkins Children’s Center, tren serupa kerap muncul lintas generasi dan sangat tidak terduga dampaknya karena respons tubuh tiap individu berbeda.
Tantangan menahan napas selama mungkin hingga kehilangan kesadaran. Insiden tragis itu terjadi di Castleford pada 27 Juni, ketika layanan darurat menemukan Sebastian dalam kondisi kritis. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Pada tahun 2022, The Independent melaporkan setidaknya ada 20 kematian dikaitkan dengan tren tersebut dalam kurun waktu 18 bulan.
Sebagian besar korban merupakan kelompok anak. Tak cuma menahan napas. Pada waktu sebelumnya, tren ini bahkan menantang warganet untuk mencekik lehernya sendiri hingga hilang kesadaran. Baik tahan napas hingga mencekik leher sama-sama bisa memicu asfiksia.
Asfiksia sendiri dikenal sebagai kondisi medis berbahaya yang bisa memicu kerusakan otak dan kematian. Asfiksia sendiri menyebabkan kondisi hipoksia serebral atau kekurangan oksigen. "Jika otak kekurangan oksigen dan Anda tidak sadarkan diri, maka itu sudah final, Anda tidak akan mampu menghentikan kejadiannya," ujar dokter spesialis anak di Vanderbilt University Medical Center Marla Levine, mengutip Healthline.
Seseorang, lanjut Levine, hanya memiliki waktu yang hanya sebentar untuk memulihkan pasokan darah atau oksigen ke otak guna mencegah kematian organ tersebut.
Orang tua korban menuntut TikTok
Orang tua dari empat remaja Inggris telah menggugat TikTok atas kematian anak-anak mereka, yang mereka klaim sebagai akibat dari "tantangan mati lampu" yang viral.
Dikutip dari The Guardian, gugatan tersebut mengklaim Isaac Kenevan, 13 tahun, Archie Battersbee, 12 tahun, Julian "Jools" Sweeney, 14 tahun, dan Maia Walsh, 13 tahun, meninggal dunia pada tahun 2022 saat mencoba "blackout challenge", yang menjadi populer di media sosial pada tahun 2021.
Social Media Victims Law Center yang berbasis di AS mengajukan gugatan kematian yang salah terhadap platform media sosial TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, atas nama orang tua anak-anak tersebut pada hari Kamis.
Matthew Bergman, pengacara pendiri Social Media Victims Law Center, mengatakan: "Bukanlah suatu kebetulan bahwa tiga dari empat anak yang meninggal karena mati lampu setelah terpapar tantangan mati lampu TikTok yang berbahaya dan mematikan tinggal di kota yang sama dan mereka semua memiliki demografi yang sama.
2. Cereal Challenge
Cereal Challenge menjadi tantangan ini melibatkan dua orang, satu orang dalam posisi tidur sambil membuka mulut secara lebar dan satu orang lainnya akan mengisi mulut orang tersebut dengan sereal dan susu. Singkatnya, orang yang tiduran itu akan berperan sebagai “mangkuk sereal” dan orang satunya lagi akan memakan sereal itu dari mulut. Sehingga sangat berbahaya ketika tersedak.
3. The Penny Challenge
The Penny Challenge yang akan melibatkan uang logam. Mereka yang ingin melakukan tren ini akan ditantang untuk menancapkan charger ke dalam stop kontak. Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga diminta untuk menyelipkan uang logam di celah keduanya. Sehingga sangat mungkin seseorang bisa tersengat listrik.
4. Skullbreaker Challenge
Tren lainnya yang berbahaya selanjutnya ada Skullbreaker Challenge yang melibatkan tiga orang pemain. Cara bermain tantangan ini, mewajibkan tiga orang untuk berdiri sebaris. Lalu, orang yang berada di pinggir, harus menendang kaki orang yang berada di tengah ketika ia sedang melompat. Saat orang yang berada di tengah terkena tendangan, sontak ia akan jatuh dan terjegal.
5. Tren Bibir Kylie
Tren ini memperlihatkan cara menjadikan bibir seperti Kylie Jenner. Di mana bibir tersebut terlihat terdefinisi dengan menggunakan botol kosong. Caranya, seseorang bisa memasukkan bibir ke dalam botol dan diamkan beberapa menit, sehinnga aliran darah pada bibir terhenti dan membuat bibir bengkak.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.