CHANEL Hadirkan Definisi Baru Glamour Lewat Koleksi Perhiasan Reach for the Stars

1 month ago 17

Fimela.com, Jakarta Ada satu waktu dalam sehari yang seindah mimpi dan secepat kilat berlalu: golden hour, ketika langit berganti warna dari biru keunguan, diliputi nuansa merah muda dan jingga sebelum matahari tenggelam di balik garis emas cakrawala. Di momen senja ini, cahaya terakhir mentari menyinari wajah, membelai punggung yang kecokelatan, dan menyulap tiap gerakan menjadi magis.

Nuansa kebebasan yang langka dan tak bersyarat inilah yang menginspirasi Gabrielle Chanel dalam merancang visinya tentang glamour. Menolak kemewahan yang konvensional dan mencolok, ia menghadirkan sosok perempuan mandiri dan penuh tekad. Gaun-gaun rancangannya tampil terstruktur dengan detail bersayap, kain fotogenik serta sulaman yang membalut tubuh dan bermain dengan cahaya. Pakaian malam dengan garis bersih yang menonjolkan keanggunan punggung alih-alih belahan dada, menjadikan glamour versinya tampil elegan dan modern, tanpa berlebihan.

Meskipun Gabrielle Chanel pada akhirnya memilih kebebasan dari gemerlap Hollywood, ia tetap mengagumi kemewahan perhiasan Amerika: seni yang diwujudkan lewat taburan berlian, cincin koktail bermata besar, dan kalung yang mencolok, semuanya memancarkan kemegahan, kemilau, dan kebesaran.

Simbol yang Berkilau di Kulit

Semangat senja sinematik ini dituangkan ke dalam koleksi perhiasan mewah terbaru dari CHANEL: Reach for the Stars, yang dirancang oleh Patrice Leguéreau bersama Chanel Fine Jewelry Creation Studio. “Kami ingin menciptakan perhiasan yang diterangi oleh cahaya matahari terbenam, menangkap momen magis antara siang dan malam saat perhiasan tinggi bersinar di atas kulit,” ungkap mereka, seperti yang dikutip dari keterangan CHANEL untuk FIMELA.

Koleksi ini menyeimbangkan antara opulensi dan kelembutan, antara arsitektur dan keluwesan. Warna-warnanya hadir dalam nuansa monokrom seperti hitam-putih, maupun batu mulia berwarna flamboyan, dengan berlian sebagai bintang utama.

Menariknya, koleksi ini merayakan tiga simbol ikonis Gabrielle Chanel yang sarat makna dan ditafsirkan ulang secara spektakuler.

The Comet’s Freedom to Shine

Simbol komet sudah muncul sejak koleksi perhiasan pertama Chanel, Bijoux de Diamants pada tahun 1932. Bagi Gabrielle Chanel, bintang adalah lambang kebebasan dan harapan untuk setiap orang agar percaya pada "bintang keberuntungannya." Dalam koleksi Reach for the Stars, komet ditampilkan dalam berbagai bentuk memikat: dari garis emas dan oniks yang memanjang dalam Blazing Star, dua liontin berlian pada Dazzling Star choker, hingga cincin between-the-fingers yang berubah menjadi hand jewel mewah.

Karya paling mencolok adalah kalung Dreams Come True yang terinspirasi garis leher gaun couture penuh taburan berlian, dan Twin Stars yang bisa diubah menjadi dua gelang serta dua kalung pendek. Komposisinya memadukan motif komet dan manik-manik tanzanite dalam lima baris. Puncaknya adalah Silhouette Clock—jam meja dari jade hitam yang memperlihatkan figur Gabrielle Chanel sedang menatap langit berbintang, mengenakan jaket dan celana dengan tangan di saku. Sebuah penghormatan akan momen keabadian.

The Elegance of Wings

Terinspirasi dari motto Gabrielle Chanel, “If you were born without wings, do nothing to prevent them from growing,” simbol sayap untuk pertama kalinya ditafsirkan menjadi perhiasan tinggi yang lentur, ringan, dan luwes seperti renda yang melayang di udara.

Kalung Wings of Chanel memperlihatkan sayap berlian yang membungkus leher, dihiasi Padparadscha sapphire 19,55 karat yang menyatu lembut antara oranye dan merah muda. Liontinnya bisa dilepas dan dipakai sebagai gelang, sementara cincinnya yang menampilkan berlian oval-cut 8,15 karat tampak nyaris melayang di atas tangan.

Koleksi ini juga mencakup Free Move necklace yang menyesuaikan bentuk punggung atau leher tergantung cara pemakaian, anting Pretty Wings yang asimetris, hingga tiara Full Swing yang duduk lembut di dahi seperti renda berharga. Warna-warna batu mulia dalam set ini merepresentasikan palet langit senja: dari Pink Hour necklace dengan safir merah muda, Sunny Days brooch dengan berlian kuning hingga jingga, hingga After Midnight set dengan gradasi tanzanite biru.

The Audacity of the Lion

Zodiak Leo Gabrielle Chanel menjadi simbol kekuatan dan keberanian, dan sejak 2012, singa telah menjadi lambang resmi koleksi Haute Joaillerie CHANEL. Dalam Reach for the Stars, ada dua interpretasi: 

Pertama, kepala singa menghadap ke depan, dikelilingi bintang yang membentuk medali mengilap dalam koleksi Strong as a Lion, terbuat dari emas putih bertabur berlian putih dan kuning, dan versi emas kuning yang lebih bergaya dalam Be the One set.

Kedua, tampilan lebih skulptural menunjukkan profil samping sang singa. Desain ini menangkap "aura fisik dari kepribadian," seperti yang diinginkan Gabrielle. Kalung Embrace your Destiny menampilkan dua profil singa dengan pasangan berlian berbentuk pear-cut yang impresif. Sementara itu, Sky is the Limit menghadirkan liontin singa bersayap dengan tekstur seperti renda yang membungkus leher dengan keanggunan yang tegas.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Hilda Irach
Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|