Perbedaan Brokat dan Kebaya, Ketahui Ciri-ciri hingga Fungsinya

1 month ago 21

Fimela.com, Jakarta Dalam dunia busana tradisional Indonesia, istilah "brokat" dan "kebaya" kerap disebut bersamaan, bahkan sering kali disalahartikan sebagai satu kesatuan. Namun, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam esensi dan fungsinya.

Brokat adalah jenis kain dengan karakteristik yang khas, sedangkan kebaya merupakan pakaian tradisional yang telah menjadi simbol budaya Indonesia. Memahami perbedaan antara kedua elemen ini sangat penting untuk menghargai kekayaan warisan busana nasional kita.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang perbedaan antara brokat dan kebaya, lengkap dengan ciri-ciri unik dan beragam fungsinya dalam dunia fesyen, khususnya di Indonesia.

Nah, kali ini Hijabpedia hadir dengan inspirasi hijab untuk kebaya Betawi.

Perbedaan Brokat dan Kebaya

Walaupun sering dianggap serupa, brokat dan kebaya sebenarnya memiliki peran yang berbeda dalam dunia mode. Perbedaan utama antara brokat dan kebaya terletak pada fungsinya: brokat adalah sejenis kain dengan motif timbul yang digunakan sebagai bahan dasar, sedangkan kebaya adalah pakaian tradisional Indonesia yang dapat dibuat dari berbagai jenis kain, termasuk brokat.

Definisi Dasar

Perbedaan mendasar antara brokat dan kebaya terletak pada definisinya. Brokat adalah jenis kain yang ditenun dengan pola yang menonjol dan berkesan mewah, berfungsi sebagai material dasar. Sebaliknya, kebaya adalah jenis pakaian tradisional Indonesia, berupa blus yang sudah jadi dan siap dipakai.

Sifat dan Fungsi

Dari segi sifat, brokat berfungsi sebagai bahan mentah atau material yang digunakan untuk membuat pakaian. Ia merupakan komponen dasar yang kemudian diolah. Sementara itu, kebaya adalah produk jadi yang memiliki desain, potongan, dan nilai budaya tertentu. Ini berarti brokat bisa menjadi bagian dari kebaya, tetapi kebaya bukanlah brokat itu sendiri.

Hubungan dan Keterkaitan

Meski berbeda, brokat dan kebaya memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. Brokat adalah salah satu jenis kain yang populer dan sering digunakan untuk membuat kebaya, terutama untuk kebaya yang ingin menonjolkan kesan mewah dan formal. Motif timbul dan kilau brokat sangat cocok untuk menciptakan kebaya yang elegan.

Namun, penting untuk diingat bahwa kebaya tidak hanya terbuat dari brokat. Kebaya dapat dibuat dari berbagai macam kain lain seperti katun, sutra, organdi, sifon, beludru, lace, tulle, dan lain-lain. Hal ini menegaskan bahwa brokat hanyalah salah satu pilihan bahan, bukan satu-satunya.

Apa itu Brokat?

Brokat adalah jenis kain tenun yang menonjol dengan motif timbul yang mewah dan elegan. Kain ini memiliki sejarah panjang dalam dunia tekstil dan sering kali menjadi simbol kemewahan serta keanggunan.

Mengutip Cambridge Dictionary, Rabu (30/7), brokat adalah kain tenun dekoratif yang terbuat dari sutra berwarna, tanpa penggunaan benang emas atau perak. Istilah brokat berasal dari bahasa Italia, "broccato", yang berarti kain bersulam.

Proses pembuatan brokat melibatkan teknik sulam atau tenun khusus yang menghasilkan pola rumit seperti bunga, tumbuhan, atau elemen alam lainnya.

Karakteristik dan Keunggulan Brokat

Kain brokat memiliki ciri khas yang membedakannya dari kain lain. Penampilannya sangat mewah dan elegan, terutama karena motifnya yang timbul dan sering kali berkilau, apalagi jika menggunakan benang logam. Motif pada kain brokat dibuat dengan benang yang memberikan efek kilau dan sering kali sangat detail, seperti pola bunga, tanaman, atau bentuk geometris.

Tekstur permukaan brokat memiliki benang yang timbul, dikenal sebagai chord, yang membuatnya terasa agak kasar. Namun, beberapa jenis brokat seperti Brokat Semi Prancis memiliki tekstur yang halus.

Meski demikian, brokat cenderung transparan atau semi-transparan, sehingga memerlukan lapisan furing untuk kenyamanan dan menghindari rasa gatal di kulit.

Keunggulan lain dari kain brokat adalah tidak mudah kusut meskipun digunakan sepanjang hari, serta umumnya lebih berat dibandingkan kain biasa. Kain ini juga hadir dalam berbagai variasi warna dan motif, memberikan banyak pilihan bagi desainer dan pemakai.

Jenis dan Fungsi Brokat

Kain brokat memiliki beragam jenis dan fungsi yang disesuaikan dengan karakteristinya. Berikut ulasannya:

Jenis-jenis Brokat

  • Brokat Semi Prancis: Teksturnya lebih keras dari Brokat Prancis, namun halus dan tidak melar.
  • Brokat Prancis: Memiliki tekstur lebih rapat, lembut, dan tidak membuat gatal, serta merupakan salah satu jenis brokat termahal.
  • Brokat Prada: Dikenal karena keindahan visualnya dan kemampuannya memberikan kesan elegan dan mewah.
  • Brokat Corneli: Salah satu jenis brokat yang dikenal karena detailnya.
  • Brokat Jepang: Ciri khasnya adalah motif bunga yang tersebar di seluruh kain dengan pola garis yang tidak terlalu besar, cocok untuk kebaya wisuda.
  • Brokat Tile: Perpaduan antara bahan brokat dan tile, memiliki tekstur tipis, ringan, namun kuat dan tahan lama. Motifnya dibordir langsung pada tile.
  • Brokat Sutra: Terbuat dari serat sutra, memiliki kilau yang sangat elegan dan cocok untuk pakaian formal.
  • Brokat Katun: Lebih terjangkau dari brokat sutra, cocok untuk pakaian sehari-hari atau semi-formal.

Fungsi Kain Brokat

  • Bahan Utama Pakaian Formal: Brokat sering menjadi bahan utama untuk pembuatan gaun pesta, gaun pengantin, dan kebaya.
  • Pakaian Adat dan Tradisional: Digunakan untuk acara adat, pernikahan, dan pesta di negara-negara Asia.
  • Busana Muslim: Cocok juga untuk gamis dan tunik.
  • Aksesori: Dapat digunakan untuk membuat pouch, tote bag, dan masker wajah.
  • Dekorasi Interior: Kadang digunakan untuk tirai dan taplak meja.

Apa itu Kebaya?

Kebaya adalah busana tradisional yang memancarkan pesona budaya Jawa dari Indonesia, namun kini telah menjadi bagian dari warisan budaya Asia Tenggara yang lebih luas. Selain di Indonesia, kebaya juga dipakai di negara-negara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Kebaya sendiri merupakan blus atau atasan berlengan panjang dengan ciri khas bukaan di bagian depan, yang biasanya dipadukan dengan bawahan seperti sarung atau kain panjang yang dililitkan di pinggang. Pakaian ini secara resmi diakui sebagai ikon busana nasional Indonesia. Kebaya sering kali dibuat dari bahan ringan seperti brokat, katun, kasa, renda, atau voile, dan sering dihiasi dengan sulaman yang menambah keindahannya.

Karakteristik Kebaya

Kebaya memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali. Salah satu ciri utamanya adalah bukaan di bagian depan yang biasanya diamankan dengan kancing, peniti, atau bros, memberikan tampilan yang rapi dan elegan. Potongannya yang pas di badan menonjolkan siluet pemakainya, menambah kesan anggun dan mempesona.

Model dan panjang kebaya sangat bervariasi, mulai dari yang pendek sepinggul hingga yang panjang mencapai lutut atau betis, menyesuaikan dengan selera dan jenis acara. Kebaya sering dibuat dari kain tipis atau semi-transparan seperti brokat, katun, kasa, renda, atau voile, dan sering dihiasi dengan sulaman atau bordir rumit untuk memperkaya estetika. Kebaya selalu dipadukan dengan kain batik, tenun, atau wastra lainnya sebagai bawahan, menciptakan kombinasi busana tradisional yang harmonis dan memukau.

Jenis dan Fungsi Kebaya

Kain kebaya memiliki beragam jenis dan fungsi yang disesuaikan dengan karakteristinya. Berikut ulasannya:

Jenis-jenis Kebaya (Berdasarkan Model dan Asal)

  • Kebaya Jawa Klasik: Memiliki blus tipis dan halus, sering dikenakan di atas kemben. Potongannya cenderung sederhana dengan kerah menyerupai huruf V.
  • Kebaya Kartini: Jenis kebaya yang digunakan oleh wanita bangsawan Jawa, terutama pada masa R.A. Kartini, terbuat dari kain halus namun tidak tembus pandang, sering berwarna putih.
  • Kebaya Kutubaru: Kebaya Jawa yang memperlihatkan belahan dada bagian atas, berfungsi sebagai sirkulasi udara, sering digunakan saat musim panas. Memiliki tambahan bef (kain kotak) di depan dada.
  • Kebaya Encim/Peranakan: Mendapat pengaruh dari perempuan peranakan Tionghoa, umumnya berwarna cerah dan memiliki bordir di badan bagian depan serta ujung lengan. Kebaya Nyonya memiliki potongan pendek di atas punggung dengan lengan seperempat atau pendek.
  • Kebaya Keraton: Digunakan oleh perempuan bangsawan kerajaan, bentuknya seperti gaun panjang.
  • Kebaya Lurik: Kebaya Jawa atau Kutubaru yang menggunakan bahan kain lurik Jawa dengan motif bergaris-garis.
  • Kebaya Sunda: Memiliki kerah berbentuk huruf U.
  • Kebaya Riau-Pahang: Memiliki kerah pita yang diikat dengan kancing "cekak musang".

Fungsi Kebaya

  • Pakaian Tradisional dan Nasional: Kebaya adalah busana tradisional Indonesia yang menjadi simbol keanggunan dan identitas budaya perempuan Indonesia.
  • Busana Resmi: Dikenakan dalam berbagai acara resmi seperti wisuda, pernikahan, pesta, dan acara kenegaraan.
  • Simbol Status Sosial: Dahulu, kebaya dapat menjadi penanda perbedaan kelas dan status antara priyayi dan rakyat biasa, tergantung pada bahan tekstil dan kualitasnya.
  • Seragam: Beberapa maskapai penerbangan Asia Tenggara, seperti Singapore Airlines dan Garuda Indonesia, mengadopsi kebaya sebagai seragam pramugari mereka.
  • Ekspresi Mode: Kebaya modern terus berevolusi, menjadi bagian dari ekspresi mode urban yang fleksibel dan adaptif terhadap nilai-nilai kontemporer.
  • Simbol Perjuangan Perempuan: Kebaya juga menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia, seperti yang terlihat dalam Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Lifestyle | Fashion|